Maluku Memiliki Potensi Perikanan yang Terbesar Ke-5 di Indonesia

0
709
(foto: inisayadanhidupsaya)

Jakarta, Klanews.id – Indonesia memiliki kedudukan penting di sektor perikanan. Dengan luasnya wilayah perairan di Indonesia, maka Indonesia berpeluang untuk menjadi salah satu negara eksportir komoditas perikanan terbesar dunia. Saat ini pertumbuhan produksi makanan laut mencapai 7 persen per tahun.

Kondisi ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu produsen makanan laut terbesar di Asia Tenggara. Sebagai contoh, untuk produksi ikan tuna, Indonesia menempati urutan ketiga sebagai negara penghasil tuna terbesar dunia.

Hal ini sejalan dengan semakin bertambahnya produksi perikanan di Indonesia dari tahun ke tahun, yang masih didominasi perikanan tangkap.

Potensi perikanan Maluku meliputi potensi Perikanan tangkap, budidaya serta potensi yang terdapat pada wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Potensi Perikanan tangkap sebesar 1,64 juta Ton, dengan jumlah tangkap yang diperbolehkan (JTB) sebesar 1,3 juta ton per tahun.

Lihat juga: Peluang dan Tantangan Perikanan Maluku

Menurut BAKORLUH Maluku potensi sumberdaya perikanan tangkap tersebut terdiri dari: Ikan Pelagis Besar 261.490, Ikan Pelagis Kecil  980.100, Ikan Demersal 295.500, Ikan Karang Konsumsi 47.700, Udang Paneid  44.000, Lobster 800, Cumi-cumi 10.570.

Potensi tersebut tersebar di laut Maluku dan sekitarnya dengan sediaan potensi sebanyak 587.000 ton dan potensi lestari 469.000 ton per tahun, Laut Banda dengan sediaan potensi sebanyak 248.400 ton dan potensi lestari 198.000 dan laut Arafura dengan sediaan potensi sebanyak 792.100 potensi lestari 633.600 ton per tahun.

Dari keseluruhan potensi sumberdaya perikanan tangkap, tingkat pemanfaatan (produksi) pada tahun 2010 sebesar 402.644,41 ton atau 31 % dari potensi lestari. Berdasarkan data dari BAKORLUH Maluku potensi areal budidaya pada air laut di Maluku cukup besar yaitu 494.400 Ha dan yang telah dimanfaatkan: 9.432,2 Ha.

Potensi ini tersebar terutama di perairan laut Seram, Manipa, Buru, Kei Kecil, Kei besar, Yamdena, dan Wetar diperkirakan sebesar 495.3000 Ha. Untuk budidaya laut, kegiatan yang telah dikembangkan secara komersial antara lain budidaya rumput laut, ikan kerapu dan kerang mutiara.

Lihat juga: Maluku Lumbung Ikan Nasional

Berdasarkan  pem­ba­gian Wilayah Penge­lolaan Per­ikanan (WPP) Indonesia, per­airan Maluku dibagi atas tiga kawasan WPP, yakni Laut Banda merupakan WPP 714, Laut Seram ada pa­da WPP 715, dan Laut Ara­fura pada WPP 718, ini menandakan bahwa Koridor Ekonomi Papua – Kepulauan Maluku merupakan wilayah yang memiliki produksi perikanan laut ke-5 terbesar di Indonesia.

Untuk Koridor Ekonomi Papua – Kepulauan Maluku, kegiatan perikanan difokuskan di perairan Kepulauan Maluku karena potensinya yang sangat besar. Untuk itu Maluku ditetapkan menjadi Kawasan Lumbung Ikan Nasional.

Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua tidak memiliki potensi perikanan sebesar Maluku. Kegiatan perikanan di Maluku Utara hanya bersifat pengolahan, dan distribusi hasil perikanan.

Pengembangan perikanan di Maluku Utara akan dirintis dengan mengembangkan Mega Minapolitan Morotai sedangkan di Papua Barat dan Papua hanya terdapat kegiatan perikanan yang masih kecil sehingga pengembangannya perlu didorong sesuai dengan potensi yang ada. (HR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here