Misteri Dibalik Kematian Massal Ikan di Pangkep

0
116
(foto: jabar.pojoksatu)

Jakarta, Klanews.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan terus melakukan penyelidikan secara mendalam atas kasus matinya ribuan ikan di sepanjang aliran Sungai Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Setidaknya ada ribuan ikan dari 35 spesies mati serentak di sepanjang aliran Sungai Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Ikan, udang, kepiting, belut, dan makhluk yang ada di Sungai utama yang membelah Kota kabupaten yang berjarak 56 km utara Makassar, ibu kota provinsi Sulsel ini, mengapung dan mati di permukaan air.

Di muara sungai, fenomena alam laiknya ikan diracun ini terjadi sabtu sekitar pukul 13.00 wita. “Pas air bonang (pasang)” kata Endang (35), ibu rumah tangga di kampung Toli-toli, Tekonglabbua, Pangkajene, Pangkep Sabtu (9/11/2014).

Sementara itu, Bachtiar yang tinggal di kampung Mattoangaing sekitar 3 km dari muara sungai Pangkajene, melihat dengan mata kepala kejadian itu pada Sabtu sekitar pukul 17.20 wita. “Pas habis hujan, udang udang naik semua, loncat ke pinggir,” katanya.

Lihat juga: Fenomena: Sejumlah Paus Mati Secara Misterius

Hingga minggu pagi, Sungai Pangkajene tak ubahnya tambak yang lagi panen ikan. Ikan yang biasanya ditangkap dengan pancing, jaring, atau jala sejak kemarin siang, cukup ditangkap dengan ember, tangan, atau sarung yang dibentang.

Atas hal itu, Balitbang Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah bekerjasama dengan Pusat Pengelolaan Ekoregion Sulawesi dan Maluku Kementrian Lingkungan Hidup tengah melakukan penyelidikan mendalam atas kasus itu.

Hingga kini, kita masih menunggu hasil uji sampel laboratorium, untuk memastikan kematian massal hewan akuatik di sungai tersebut,” ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Achmad Poernomo di Jakarta, Rabu (12/11/2014).

Sejauh ini, Balitbang Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah melakukan uji laboratorium untuk menganalisa penyebab kematian ribuan ikan ini.

Achmad pun mengungkapkan, berdasarkan hasil identifikasi Tim Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau di daerah terdampak musibah kematian massal, bahwa kematian massal ikan di sungai tersebut bukanlah merupakan akibat serangan penyakit atau penyakit biologis.

Selain itu, mengenai dugaan penyebab matinya ikan akibat rendahnya kandungan oksigen terlarut dan blooming fitoplankton di perairan, Achmad menjelaskan, hal ini tengah dikaji lebih mendalam sehingga misteri ini bisa terungkap dan memastikan penyebab kasus ini. (HR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here