Peluang dan Tantangan Perikanan Maluku

0
224
(foto: jowonews)

Jakarta, Klanews.id – Koridor Ekonomi Papua dan Kepulauan Maluku terdiri dari Provinsi Papua, Provinsi Papua Barat, Provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara. Tema pembangunan Koridor Ekonomi Papua dan Kepulauan Maluku adalah sebagai Pusat Pengembangan Pangan, Perikanan, Energi, dan Pertambangan Nasional.

Strategi pembangunan ekonomi Koridor Ekonomi Papua dan Kepulauan Maluku difokuskan pada 5 kegiatan Ekonomi utama, yaitu Pertanian Pangan – MIFEE (Merauke Integrated Food & Energy Estate), Tembaga, Nikel, Migas, dan Perikanan.

Koridor  Ekonomi Papua dan Kepulauan Maluku memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, namun di sisi lain terdapat beberapa masalah yang harus menjadi perhatian dalam upaya mendorong perekonomian di koridor ini.

Lihat juga: Maluku Memiliki Potensi Perikan Terbesar

Saat ini menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), potensi perikanan Maluku ada di Laut Banda, Laut Seram dan Laut Arafura. Ketiga lokasi potensial itu disebut golden fishing ground. Kementerian Kelautan dan Perikanan juga akan membuat simpul pengolahan industri perikanan di Maluku, yakni di Tual, Ambon dan Seram.

Pembangunan budidaya perikanan Maluku mempunyai peluang yang sangat besar dilihat dari lingkungan strategis dan potensi sumberdaya yang tersedia, yakni berupa: peningkatan jumlah penduduk dunia yang membutuhkan penyediaan ikan yang banyak; pergeseran pola konsumsi masyarakat dunia ke produk perikanan; mempunyai keunggulan komparatif terhadap pasar dunia karena letaknya yang relatif dekat dengan negara tujuan ekspor, seperti Jepang; serta memiliki potensi sumber daya lahan yang sangat besar, akan tetapi belum dimanfaatkan dengan optimal.

Walaupun Maluku memiliki peluang perikanan yang sangat besar akan tetapi semuanya itu tak lepas dari hiruk pikuk permasalahan dalam mengembangkan sektor perikanan di koridor ini.

Permasalahan yang dihadapi nelayan Maluku sulitnya mendapatkan modal usaha dari perbankan bagi usaha perikanan kecil; belum termanfaatkannya potensi Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional (1,62 juta ton/tahun).

Lihat juga: Lumbung Ikan Nasional

Selain itu belum terpadunya kegiatan usaha penangkapan ikan, tambak ikan, budidaya rumput laut dengan industri pengolahan; serta masih kurangnya infrastuktur pelabuhan, power dan energi, kurangnya bangunan yang dapat mendukung kegiatan perikanan; ditambah lagi dengan teknologi penangkapan dan pengolahan hasil ikan yang belum memadai.

Inilah yang membuat nelayan di Maluku tidak dapat berkembang khususnya di sektor usaha perikanan kecil. Untuk mengembangkan usaha perikanan Maluku perlu gebrakan strategi yang dapat menunjang berjalannya usaha perikanan misalnya memberikan kredit mikro kepada para nelayan, mengembangkan industri produk olahan ikan, meningkatkan kualitas produk perikanan di pasar lokal dan ekspor, mempertahankan keberlanjutan sektor perikanan melalui pemberdayaan nelayan, serta meningkatkan kapasitas infrastruktur. (HR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here