Pemda Fakfak dan Pemda Takalar Menandatangani MoU Pengelolaan Telor Ikan Terbang

0
146
(foto: sulselekspres)

Jakarta, Klanews.id – Kabupaten Fakfak dengan luas 14.320 Km2, terdiri atas 9 distrik dan 66.828 jiwa penduduknya (2011). Sebagai kabupaten dipesisir selatan Propinsi Papua Barat, diyakini bahwa sektor pengelolaan sumber daya kelautan akan menjadi basis kekuatan ekonomi daerah, setidak-tidaknya menjadi mata pencaharian utama bagi 6 distrik yang berbatasan langsung dengan laut.

Menelaah data statistik 2011 Kabupaten Fakfak dalam angka, sejak 2005 sampai 2010 telah terjadi penurunan produksi perikanan, baik jumlah maupun jenisnya. Dari 12 macam ikan pelagis hasil tangkapan pada 2005 telah berkurang menjadi 5 macam pada 2010 (teri, cakalang, tuna, tongkol, kerapu). Sedangkan produksi ikan demersal, didominasi oleh telur ikan terbang dan teripang.

Lihat juga: Potensi Perikanan Tangkap di Papua

Telor ikan terbang merupakan komoditas yang mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi dan mempunyai pasar tersendiri. Potensi produksi telor ikan terbang di Kabupaten Fakfak cukup besar (diprediksi bisa mencapai total lebih dari 500 ton per musim).

Potensi sebesar tersebut, selama ini belum memberikan dampak ekonomi yang optimal baik terhadap masyarakat Fakfak maupun  Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak.

Komoditas telor ikan terbang dari Kabupaten Fakfak selama ini ditangkap oleh nelayan yang sebagian besar berasal dari Kabupaten Takalar (± 700 Kapal Motor) setiap tahunnya, telah menghasilkan telor ikan terbang pada tahun 2013 sebanyak 261 ton dengan harga ditingkat nelayan antara Rp. 150.000,- s/d Rp. 200.000,- per kilogram.

Telor telor ikan tersebut   selanjutnya oleh pengusaha asal Takalar/Makassar diangkut langsung ke Takalar/Makassar menggunakan kontainer melalui Pelabuhan Fakfak tanpa melalui proses pengolahan di Fakfak.

Pengolahan telor ikan dilakukan di Takalar/Makassar, selanjutnya telor ikan tersebut diekspor ke berbagai negara  (Cina, Korea, Jepang, Uni Eropa).

Lihat juga: Perikanan Indonesia Sulit Tembus Pasar International

Kondisi ini telah menjadi perhatian serius pemerintah setempat, dalam upaya percepatan pembangunan, dan mencari solusi untuk menggiatkan sektor kelautan dan perikanan menjadi basis ekonomi daerah yang dapat secara cepat meningkatkan pendapatan masyarakat.

Bukti keseriusan Pemerintah Fakfak dalam pengembangan perikanan telah dibuktikan dalam pembicaraan kerjasama kedua Pemerintah  Daerah dalam pengelolaan penangkapan telor ikan terbang di Fakfak oleh nelayan Takalar pada 27 Mei 2014.

Pertemuan awal tersebut telah disepakati Draft Nota Kesepahaman (MoU)  kerja sama pengelolaan penangkapan telor ikan terbang di perairan Fakfak. Sesuai dengan surat Kepala Bappeda Fakfak nomor: 050/099/BAPP-FF/2014 tanggal 30 Juni 2014 perihal permohonan fasilitasi, yang diminta kepada UP4B untuk memfasilitasi kegiatan tersebut dan waktunya diserahkan kepada UP4B.

UP4B telah menghubungi Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat, sesuai dengan kewenangan  mengikuti perkembangan rencana tersebut dan bersedia hadir dan memfasilitasi kerjasama tersebut. (HR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here