Lawi-Lawi, Lalapan Sehat Masyarakat Pesisir

0
149
(foto: lh3.googleusercontent)

Jakarta, Klanews.id  – Caulerpa sp. merupakan alga hijau yang oleh masyarakat Sulawesi Selatan biasa disebut Lawi-Lawi. Tanaman ini menyerupai anggur sehingga biasa juga disebut “anggur laut”.

Sering dijumpai sebagai pelengkap menu makanan sehari-hari masyarakat pesisir. Bisa dikomsumsi begitu saja dalam keadaan mentah atau disajikan dengan tambahan ikan dan parutan kelapa. Di beberapa negara, seperti Jepang juga sangat menggemari tanaman ini. Biasa disajikan sebagai pelengkap sushi atau pengganti telur ikan.

Selain rasanya yang enak, Lawi-Lawi juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Tanaman ini berfungsi sebagai penangkal kanker atau penyakit ganas lainnya. Kandungan vitamin A di dalamnya dapat menjaga kejernihan mata. Sejak dahulu, masyarakat pesisir memanfaatkannya sebagai obat tradisional.

Meski harganya dipasaran murah, namun alga hijau ini mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Budidayanya lebih mudah dan menjanjikan dibandingkan tanaman rumput laut jenis lainnya. Permintaan dari Jepang dan Korea Selatan melonjak tinggi setiap tahunnya.

Lihat juga: Kampung Pegat Ladang Terasi

Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan menjadikan Lawi-Lawi sebagai produk unggulan dan Kabupaten Takalar dijadikan sebagai pusat budidaya.

Lawi-Lawi saat ini telah menjadi primadona baru di dunia bisnis rumput laut nasional bahkan dunia. Bahkan, baru-baru ini Unit Purifikasi BPBAP Takalar bekerjasama dengan Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) telah berhasil mengekspor Lawi-Lawi segar dengan tujuan ekspor ke Jepang.

“Khusus untuk Jepang saja, kebutuhan ekspor Lawi-lawi minimal 500 kg per bulan dalam bentuk segar dan permintaan cenderung naik. Kita harapkan berikutnya pasar ekspor Jepang ini bisa naik minimal sepuluh kali lipat”, ujar Nono Hartono, Kepala BPBAP Takalar.

Proses pengolahan Lawi-Lawi juga tidak terlampau sulit, bahkan bisa dijual dalam keadaan segar karena biasa dikimsumsi sebagai salad. Banyak negara di Asia Tenggara telah membudidayakan tanaman rumput laut ini sebagai komoditas ekspor yang menjanjikan. (RSP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here