Melestarikan Hutan Mangrove Dengan Ekowisata

0
93
Ekosistem mangrove (foto: dairylandshrimp)

Jakarta, Klanews.id – Tahun 1990, The International Ecotorism Society pertama kali memperkenalkan kata “Ekowisata”. Kegiatan ini diartikan sebagai bentuk perjalanan wisata yang bertujuan melestarikan lingkungan dan dapat menjadi sumber pendapatan yang berkesinambungan bagi masyarakat.

Dalam ekowisata mengutamakan kegiatan wisata yang berwawasan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat dan aspek edukasi atau pendidikan. Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 33 tahun 2009 tentang ekowisata.

Ekowisata sendiri telah menjadi trend dan menjadi pilihan wisata favorit di dunia pariwisata internasional. Konsep ini sesuai untuk diterapkan di Indonesia, khususnya mendukung pelestarian hutan mangrove.

Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, saat ini luas hutan mangrove di Indonesia 3,4 juta hektar dengan 1,8 juta hektar atau 54 persen diantaranya mengalami degradasi. Hal ini disebabkan alih fungsi lahan menjadi tambak, perkebunan dan industri.

Lihat juga: Manfaat dan Kegunaan Rumput Laut di Dunia Industri

Bisa dibayangkan, jika hutan mangrove Indonesia terus menyusut, dunia akan kehilangan nyaris seperempat cadangan karbon. Juga punahnya berbagai spesies langka yang hidup di kawasan mangrove. Selain itu, hilangnya fungsi ekologi hutan mangrove sebagai pelindunng dan penahan abrasi.

Ekowisata mangrove merupakan solusi dari permasalahan tersebut, karena tidak dapat dipisahkan dengan konservasi. Konsep pariwisata jenis ini juga mengoptimalkan dampak positif dengan pemikiran mengembangkan pariwisata yang lebih berpihak pada masyarakat di sekitar objek wisata. Sehingga masyarakat memiliki rasa tanggungjawab lebih untuk melestarikan hutan mangrove.

Lihat juga: Nipah, Tumbuhan Serbaguna Yang Terbabat Pembangunan

Di Indonesia, sudah banyak daerah yang mengembangkan ekowisata mangrove. Beberapa diantaranya sudah menjadi destinasi andalan, seperti hutan mangrove Muara Angke Jakarta, hutan mangrove Wonorejo Surabaya, hutan mangrove Wanasari Bali.

Jenis wisata ini, menjadi sektor industri pariwisata yang berkembang paling pesat. Lebih cepat dibandingkan jenis pariwisata lain. Hal ini didorong karena adanya kebutuhan untuk kembali dan merasakan alam.

Tujuan yang ingin dicapai dari ekowisata mangrove yaitu untuk menjaga kelestarian hutan mangrove sebagai objek wisata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Selain itu juga untuk memberikan pendidikan atau pengajaran kepada masyarakat mengenai pentingnya hutan mangrove. (RSP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here