Making Indonesia 4.0 dan Hilangnya Profesi Penyelam

0
143
(dok: Klanews.id)

Jakarta, Klanews.id – Di negara kepulauan seperti Indonesia, profesi yang berkaitan dengan pekerjaan bawah laut seperti inspeksi tiang dermaga, mendeteksi lumut di bawa kapal, serta kegiatan penyelaman untuk meneliti terumbu karang merupakan salah satu profesi yang banyak digeluti oleh masyarakat.

Selain karena memerlukan keahlian khusus, kegiatan menyelam juga memiliki resiko yang tinggi terhadap kesehatan, bahkan nyawa.

Dibanyak tempat, kejadian peneliti terbawa arus dasar laut, terserang hewan laut, atau mengalami dekompresi yang mengakibatkan lumpuh bahkan meninggal dunia.

Pesatnya kemajuan teknologi yang diawali dengan era revolusi industri pertama, dengan penemuan mesin uap yang perlahan menghilangkan peran hewan sebagai alat transportasi, selanjutnya revolusi kedua dan seterusnya, hingga revolusi ke 4.0 dimana salah satu penekanannya adalah human and macine.

Kemajuan tekhnologi dibidang survey dan pemetaan, dengan berbagai modifikasi peralatan telah menghasilkan beberapa alat monitor dan observasi bawah air (AMOBA) berbasis ROV (remotely operated vehicle).

Lihat juga: Manfaat dan Kegunaan Rumput Laut di Dunia Industri

Hal ini menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi para penyelam, bukan tidak mungkin alat ini jauh lebih efisien baik itu segi biaya dan waktu, disamping itu penggunaan alat yang dapat dikontrol dari atas kapal dapat menghindarkan kecelakaan yang diakibatkan oleh arus bawah atau penyakit penyalaman lainya.

Menurut salah satu penyedia alat ROV yang dihubungi Klanews.id mengatakan, ROV buatannya dapat menghasilkan gambar 3D dengan akurasi GPS tanpa harus melakukan peyelaman.

Making Indonesia 4.0

Merupakan salah satu program yang diluncurkan sebagai rangkaian acara Indonesia Industrial summit 2018, yang dibuka oleh Presiden Jokowidodo. Making Indonesia 4.0 sebagai sebuah peta jalan Indonesia memasuki era digital yang tengah berjalan.

Menurut  Mc Kinsey, dampak revolusi industeri 4.0 akan 3.000 kali lebih besar dari revolusi industri pertama 200 tahun lalu.

Lihat juga: RUU PTUK dan Infrastruktur Perbankan Di Kepulaun

Di darat, yang paling menyita perhatian beberapa waktu lalu adalah pelayanan tol secara otomatis, dimana sebelumnya pekerjaan ini menggunakan tenaga manusia.

Banyak perbankkan yang mengurangi karyawan dan beralih ke system digital atau ATM, dan mesin pembuat berita di Amerika yang selama ini dilakukan oleh manusia.

Bahkan salah seorang teman yang baru kembali dari Jepang mengatakan, sebagian besar toilet di Jepang, sudah otomatis.

Bukan tidak mungkin, kegiatan penyelaman terutama untuk pekerjaan tertentu di dalam laut akan dialihkan ke mesin karena dianggap lebih efisien dari segi waktu dan biaya. (SN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here