Dialog Publik ISLA Unhas: Isu dan Program Maritim di Pusaran Pilgub Sulsel

0
175
Ketua ISLA Unhas bersama perwakilan Paslon dan tim penanggap (dok: istimewa)

Jakarta, Klanews.id – Setelah Ikram Noer, alumni Kelautan Unhas, diver sekaligus aktor film ‘Uang Panaik’ yang booming itu menutup rangkaian dialog publik “Membedah visi maritim calon Gubernur Sulawesi Selatan” di ballroom Novotel Hotel Makassar (5/5), suasana suka cita menyeruak dari ruangan itu.

Puluhan mahasiswa dan anggota Ikatan Sarjana Kelautan (ISLA) Unhas berkerumun di panggung dan mengabadikan kebersamaan heroik mereka di pentas Pilgub Sulsel. Mereka terlihat riang pasca acara dan terlihat ber-swafoto dengan para perwakilan Paslon.

Harapan ISLA Unhas

Puaskah mereka atas pelaksanaan dialog maritim yang menghabiskan sumber daya dan pikiran para pilar ISLA Unhas itu?

Tercapaikah harapan mereka di acara layar kaca berdurasi 90 menit dan mempunyai 4 slot iklan namun tak dimanfaatkan oleh para pialang bisnis atau politik sebagaimana layaknya acara ‘berhawa panas’?

“Tentu saja puas. Awalnya sempat was-was namun akhirnya berjalan sukses,” kata Rosalyna Fatimah Saleh, alumni Kelautan Unhas, angkatan 1995 sesaat setelah pelaksanaan acara.

Oca begitu dia kerap disapa, adalah yang mengurus persiapan, logistik dan mengkoordinasikan acara ini dengan beberapa pihak bersama Hasby Hasyim, Nirwan Dessibali dan pengurus ISLA lainnya.

Ikram dan Rosalyna adalah alumni Kelautan Unhas yang dengan sukarela menjadi bagian acara dialog maritim yang melibatkan unsur peserta Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan 2018.

Ketua ISLA Unhas, Darwis Ismail dalam sambutannya menyatakan bahwa tujuan acara ini adalah untuk memperoleh informasi terkait dimensi, kedalaman gagasan dan corak maritim para Paslon

“Harapannya agar dapat menjadi rujukan sekaligus pertimbangan bagi kita semua berkaitan profil para paslon dan komitmen mereka pada isu kelautan di Sulawesi Selatan. Bagi ISLA Unhas, kegiatan ini sangat strategis terutama pada pengarusutamaan isu kelautan dalam agenda pembangunan Sulawesi Selatan,” katanya saat memberi sambutan.

Menurut Darwis, ISLA Unhas memandang bahwa dialok publik ini dapat menjadi ruang pengayaan gagasan Paslon sekaligus bahan reflektif dan ‘tagihan’ ketika Paslon terpilih.

“ISLA Unhas akan memanfaatkan momentum ini untuk meyakinkan publik tentang siapa sesungguhnya yang memberi atensi dan pemihakan pad isu pesisir, laut dan pulau-pulau di Sulawesi Selatan. Tentu dengan obyektif dan sesuai spirit pembangunan daerah,” tambahnya.

Tim penanggap (dok: istimewa)

Isu maritim dan gagasan Paslon

Ada tiga sosok jebolan Ilmu Kelautan Unhas yang meramu pertanyaan jelang pelaksanaan dialog ini, mereka Dr. Ahmad Bahar, Dr. Muhammad Lukman dan Yusran Nurdin Massa, aktivis LSM.

Ketiganya menyiapkan pertanyaan berkaitan penjabaran visi misi Paslon dan kaitannya dengan isu infrastruktur kelautan, pengembangan ekonomi, SDM serta lingkungan.

Dr. Muhammad Lukman, sebagai misal, menanyakan aspek SDM kelautan di visi misi mereka.

“Kami ingin mendengarkan strategic plan Paslon terkait SDM di pesisir berdasarkan potensi yang ada,” katanya kepada keempat Paslon.

Sementara Yusran menanyakan sikap Paslon ketika terpilih terkait isu lingkungan seperti reklamasi, tambang pasir.

Pada acara tersebut, Paslon 1 Nurdin Halid-Aziz Q. Muzakkar yang diwakili oleh Syamsul Alam Mallarangeng, Suardi Bakri mewakili Paslon 2 Agus A. Nu’mang – Tanribali Lamo, Khaeruddin Nurman mewakili Paslon 3 Nurdin Abdullah- Andi Sudirman Sulaeman serta Andi Januar J. Dharwis yang mewakili Paslon 4 Ichsan Yasin Limpo – Andi Muzakkar.

Di bagian pertama, secara umum para perwakilan Paslon mengemukakan ulang garis besar program unggulan sebagaimana yang telah disampaikan di dua debat sebelumnya, baik di MetroTV dan di Makassar.

Yang membekas di ingatan adalah bagaimana perwakilan Paslon 1. Andi Syamsu Alam Mallarangeng menawarkan penguatan kelembagaan atas masih tingginya angka kemiskinan di pesisir melalui koperasi di bawah naung Tri Karya.

“Tri Karya ini meliputi pembangunan infrastruktur untuk menutup kesenjangan, kedua, pemberdayaan ekonomi pulau-pulau, pengembangan koperasi yang ada kaitannya dengan punggawa-sawi serta penguatan SDM,” kurang lebihi begitu uraiannya.

Ikram Noer kala memandu dialog (dok: istimewa)

Syamsu Alam menyebut program Tri Karya NH-Aziz berkaitan dengan pembanguan SDM berkelanjutan, mendorong Bumdes, hingga terkait galangan kapal.

“Tentang pentingnya SDM ini, ada 80% sarjana kita keluar Sulsel dan hanya 20% yang tinggal, kita perlu menarik kembali yang 80% ini,” katanya.

“Paslon NH-Aziz akan mendukung penyediaan alat tangkap dan pelatihan bidang kelautan,” katanya berkaitan pengembangan usaha kelautan dan perikanan.

“NH-Aziz juga akan serius menangani pengrusakan lingkungan, oleh sebab itu, kita akan kaji ulang, izin tata ruang harus selesai,” katanya dengan mengambil contoh Pantai Losari.

Sementara Paslon 2 mengemukakan pentingnya interkoneksitas kawasan Laut Flores, Spermonde atau Selat Makassar, Teluk Bone serta pentingnya pendidikan kejuruan kelautan perikanan.

“Terdapat 9 program unggulan dan menargetkan pembangunan jalan sepanjang 500 km untuk menghubungkan titik-titik kaya potensi namun terbatas di akses,” kata Suardi.

Dia juga menekankan pentingnya industri perikanan yang berbasis pada sumber daya manusia.

“Akan ada 50 SMK, gratis dan langsung kerja dalam pemanfaatan potensi perikanan serta tumbuhnya ekonomi kreatif melalui pelatihan wirausaha, penyediaan permodalan dan peralatan yang tidak menyebabkan overfishing,” serunya.

Yang di luar perkiraan penulis adalah saat Suardi Bakri menyebut akan ‘me-moratorium’ praktik reklamasi yang belakangan menimbulkan polemik di Kota Makassar.

Dia juga menyebut bahwa upaya memudahkan perizinan usaha bisa ditingkatkan dengan menjadikan titik seperti Kabupaten Bone, Barru dan Bulukumba sebagai unit layanan pengawasan dan administrasi.

Paslon 3, Khaeruddin Nurman memulai dengan menyebut bahwa komitmen Prof Andalan sudah terbukti dan telah bekerja seperti pembangunan 100 perumahan gratis untuk warga pesisir.

Dia juga menyinggung optimalisasi TPI untuk program industrialisasi perikanan serta mendorong efisiensi dengan penyediaan pabrik es.

“Nilai jual ikan seperti ikan tuna akan meningkat 30% jika es dipenuhi,” katanya.

Khaeruddin yang biasa dipanggil Elu ini juga menyebut bahwa jumlah armada kepala nelayan di Sulawesi Selatan sangat banyak namun ukurannya kecil sehingga perlu penambahan kapasitas.

Nurman beberapa kali menyebut penerapan teknologi untuk value added produksi perikanan melalui pendirian pabrik es yang tak lagi mewujud batu tetapi yang lebih modern. TPI akan dilengkapi sapras modern seperti pabrik es.

“Kalau perlu dari alat yang mengubah air laut jadi es,” katanya.

Andi Januar Jaury Dharwis mewakili paslon nomor 4 menawarkan peluang pelibatan tenaga ahli kelautan perikanan atau alumni untuk ikut memperkuat rumah produktif kecamatan pesisir dan pulau-pulau.

Dia juga menyoroti masih perlunya kolaborasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau saat ditanyakan komitmen Paslon 4 pada tata ruang laut.

Dia menyebut adanya peluang penambahan anggaran melalui APBD untuk pesisir dan pulau-pulau yang akan ditingkatkan hingga di atas 5%.

“Rumah produktif merupakan program unggulan Paslon IYL-Cakka dan akan ditempatkan di kecamatan-kecamatan termasuk di pesisir dan pulau-pulau. Dengan itu akan mengoptimalkan pembangunan sumber daya kelautan dan perikanan di pesisir,” katanya.

Dia juga menyebut bahwa Paslon 4 akan mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alma dan perbaikan nilai tukar nelayan, peningkatkan pengetahuan serta mencoba transformasi ke usaha budidaya dari nelayan tangkap.

“Perizinan usaha perikanan bisa lebih cepat jika melalui rumah produktif yang akan diisi 4 tenaga ahli,” tambahnya.

Komitmen Paslon di Isu Maritim

Meski sebagian besar alumni Kelautan Unhas menunjukkan rasa puas dan ucapan terima kasihnya kepada perwakilan Paslon yang datang, namun pendapat berbeda datang dari anggota KAHMI, Ahmad Musa dari Jakarta.

“Biasanya mendekati pilgub, kandidat memanfaatkan semua sarana untuk menunjukkan kepiawaiannya. Kadang malah sampai mendatangi pesta pernikahan orang yangg belum tentu keseharian dikenal. Ini diberi kesempatan untuk menyampaikan visi misinya, malah tidak ada yang hadir. Padahal visi maritim sangat penting untuk Sulsel,” kata Ahmad.

“Semoga karena sibuk, bukan karena tidak punya visi maritim,” tambah sosok yang biasa dipanggil Uca itu.

Bersukacita di acara ISLA Unhas (dok: istimewa)

Rivai Ras, sosok yang selama ini getol bicara maritim Sulsel, dan pernah digadang sebagai calon Gubernur Sulsel menyayangkan tidak datangnya Paslon.

“Ini adalah ajang penting bagi publik untuk melihat performa dan mendengar penjelasan seberapa serius mereka ingin membangun sektor maritim dan bagaimana konsep visi maritim mereka ke depan,” katanya via Phinisice.com.

Pendapat lainnya datang dari Moelawarman, jurnalis senior dan aktivis Unhas tahun 80-an mengatakan bahwa acara ini sangat luar biasa.

“Apa yang dilakukan ISLA Unhas ini bisa menjadi contoh bagi organisasi IKA lain termasuk IKA Unhas untuk ikut serta membangun Sulsel. Ini konkret bos,” katanya kepada Klanews sembari mengangkat jempolnya. Moelawarman juga terlihat ikut hadir di acara dialog publik maritim ini hingga usai.

Bagi ISLA Unhas, melalui acara ini, setidaknya telah tersedia informasi tentang bagaimana dan seperti apa isu maritim di pikiran, gagasan dan agenda-agenda perubahan yang diusungnya. Bahwa entitas pesisir, pulau-pulau, terutama pemerhati isu Kelautan telah punya informasi yang datang dari unsur Paslon, dari timses atau ring pertama Paslon.

Sebagaimana harapan Ketua ISLA Unhas, Darwis Ismail, acara ini adalah salah satu upaya alumni Ilmu Kelautan untuk mendengar visi misi Paslon sehingga kelak bisa menagih jika terpilih kelak.

“Minimal mereka tidak lupa bahwa Unhas punya alumni yang punya kapasitas mumpuni di urusan kelautan. Jadi ini juga strategis buat alumni Kelautan,” imbuhnya kepada Klanews.id.

“Tidak lupa, pengurus ISLA mengucapkan kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran acara ini, juga kepada senior-senior aktivis Unhas yang ikut memberi dukungan selama berlangsungnya acara,” kata Darwis.

Darwis juga menyadari bahwa masih ada beberapa kekurangan namun dia tetap optimis akan kiprah alumni terutama Unhas yang ingin melihat pelaksanaan Pilgub kali ini berjalan sukses dan berkualitas.

“Belum semua dimensi didialogkan, perlu banyak pendalaman, tapi yang lebih penting saat ini adalah bagaimana profil Paslon terkait isu maritim Sulsel terus dipoles dan diikat dengan sungguh-sungguh sesuai selera pemilih. Itu modal penting menuju bilik suara nanti di bulan Juni 2018,” pungkas alumni Kelautan Unhas angkatan 1992 ini. (KAS)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here