Luar Biasa! Indonesia Jadi Ketua ICRI, Ini Harapan Aktivis Kelautan

0
151
Menteri Susi saat berada di Paris (dok: instagram MKP)

Jakarta, Klanews.id – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berada di Paris minggu ini. Dia menghadiri serah-terima ketua atau kepala Sekretariat International Coral Reef Initiative (ICRI). Kursi ketua diserahkan oleh perwakila Pemerintah Perancis kepada delegasi Monaco, Australia, dan Indonesia, (4/7).

Indonesia ikut menjadi ketua bersama dengan kedua negara tersebut.

Banyak pihak mengapresiasi dan berharap banyak pada perkembangan menarik ini. Tepilihnya Indonesia merupakan buah kesepakatan  hasil Sidang Umum ICRI ke-32 di Nairobi, Kenya, 7–9 Desember 2017.

Menurut Menteri Susi, Indonesia sangat berkomitmen sebagai ketua bersama ICRI sebab menurutnya persoalan terumbu karang adalah isu yang menjadi perhatian Pemerintah Indonesia termasuk menjaganya sebagai aset masa depan bangsa.

“Indonesia memiliki luasan dan ragam jenis terumbu karang yang sangat berpengaruh secara regional maupun global,” katanya sebagaimana dikutip Klanews dari KKP.

Harapan Menteri Susi pada ICRI adalah bahwa dengan terpilihnya Indonesia maka peluang memasukkan program-program dalam konteks implementasi UNEA Resolution on Coral Reef Management akan semakin besar.

Harapan aktivis kelautan

Menurut pakar Kelautan Universitas Hasanuddin, Dr. Syafrudin Yusuf, yang juga ahli terumbu karang, masuknya Indonesia sebagai ketua bersama maka peluang kepemimpinan Indonesia di skala regional akan semakin besar dan strategis. ICRI dapat menjadi jembatan pengabdian untuk isu terumbu karang di level internasional.

“Bisa melalui Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries, and Food Security (CTI-CFF) seperti selama ini bersama lima negara lainnya yaitu Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon, dan Timor Leste. Saya yakin ini akan semakin bergairah ke depannya,” imbuhnya.

ICRI merupakan kemitraan global informal negara-negara dan organisasi-organisasi yang peduli dan bergerak untuk melestarikan terumbu karang dan ekosistem terkait di seluruh dunia.

ICRI didirikan oleh delapan negara yaitu Australia, Perancis, Jepang, Jamaika, Filipina, Swedia, Inggris, dan Amerika Serikat.

“Semoga ini menjadi alternatif sekaligus ruang produktif para pemerhati dan peneliti terumbu karang di Indonesia untuk dapat mengkombinasikan pendekatan terbaik. Baik untuk ekosistem karang, laut dan tentu saja dimensi ekonomi masyarakat yang mendiaminya,” lanjut Syafyuddin.

Patut dicatat bahwa Indonesia akan terlibat dalam Keketuaan Bersama ICRI pada periode 2018 – 2020 mendatang. ICRI mempunyai anggota 38 negara termasuk Indonesia, ada 7 organisasi internasional dan multilateral, 6 regional, dan 21 masyarakat ilmiah dan LSM.

Sementara itu, Ketua Ikatan Sarjanan Kelautan (ISLA) Universitas Hasanuddin, Darwis Ismail, menyebut bahwa terpilihnya Indonesia sebagai ketua bersama ICRI tersebut adalah ‘rezeki nomplok’ dan tidak bisa dilewatkan begitu saja.

“Ini luar biasa. Saya kira ini momentum bagus, potensi terumbu karang Indonesia terutama di Indonesia bagian timur akan dapat didorong sebagai sumber ekonomi yang bernilai tinggi. Melalui skema pengelolaan perikanan dan pariwisata berkelanjutan,” katanya ke Klanews.

“Saatnya fokus pada tema-tema pengelolaan dengan entry ekonomi, entrepreneurship. Pemerintah jangan juga terlalu kaku dan lamban di urusan lingkungan,” sarannya.

Aktivis LSM Blue Forests Indonesia, Yusran Nurdin Massa, menyebut terpilihnya Indonesia ini dapat ditindaklanjuti dengan upaya mendorong peningkatan kesadaran Pemerintah Daerah untuk juga ikut andil. Peduli pada keberlanjutan fungsi ekologi terumbu karang.

“Sudah lama kita di daerah mengabaikan ekosistem terumbu karang. Kalaupun ada perhatian itu kalau diberi bantuan dari luar negeri, proyek. Pemerintah Daerah termasuk Pemerintah Desa selalu berkelit jika dimintai tanggungjawab pendanaan atau setidaknya penegakan aturan,” ucap Yusran.

“Intinya, jangan bergantung ke Pemerintah Pusat saja,” tutupnya. (KAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here