Seruan Anti DF Menteri Susi dari Jantung Ibukota

0
49
Menteri Susi di acara CFD (foto: Tempo)

Jakarta, Klanews.id – Untuk kesekian kalinya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyerukan perlunya dukungan semua pihak memberantas praktik destructive fishing (DF) seperti pemboman ikan dan penggunaan potassium. Pernyataan terakhir terdengar dari jantung ibukota di Car Free Day pagi ini, 15/8.

Seruan serupa disampaikan kala bertemu ribuan perwakilan komunitas, LSM, aktivis lingkungan pada tanggal 11 Juli 2018 di GMB II KKP. Demikian pula saat memberi ceramah di beberapa kampus seperti di ITB, Unpad hingga Haluoleo di Kendari.

Ada yang menarik dalam beberapa pernyataanya. Harapan sekaligus tantangan bersama.

Dia menyebut bahwa sekaitan dengan kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan pada pilar kebijakan, keberlanjutan dan kesejahteraan, kebijakan pertama adalah kedaulatan. Kedaulatan yang ditunjukkan melalui pemberantasan illegal fishing sebagai langkah awal sebagaimana intensif diwartakan sejak 4 tahun terakhir.

Dengan pertimbangan itu, Susi menyadari bahwa ke depan, isu DF seharusnya dapat menjadi target bersama untuk dituntaskan bukan hanya oleh Pemerintah Pusat tetapi Pemerintah Daerah dan segenap elemen bangsa.

Menandakan pula bahwa tantangan Pemerintah Pusat adalah mengajak para pemangku kepentingan untuk bersama menegakkan hukum berkaitan pola pemanfaaatan sumber daya hayati laut seperti terumbu karang.

Mengapa DF?

“Karena bom ikan dapat merusak hamparan terumbu karang. Sebuah bom kecil dapat merusak 6 meter persegi luasan karang, rumah ikan,” katanya di depan ratusan orang yang mendengarkannya bicara di Car Free Day tersebut.

Dia menyatakan bahwa kini yang perlu didorong adalah perlawanan pada praktik DF secara luas.

Oleh sebab itu, Menteri Susi setuju bahwa langkah pertama adalah dengan mengajak komunitas atau segenap elemen bangsa untuk ikut peduli laut.

Tak lupa dia mengajak figur-figur top seperti Kaka Slank, Marcell Siahaan hingga gitaris Ridho untuk mengkampanyekan anti DF ini.

Kita semua mungkin sudah tahu bahwa anti DF sudah lama didengungkan. Bukan hanya seruan tetapi ratusan proyek konservasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir agar tidak bergantung pada usaha perikanan yang tidak ramah lingkungan. Sejauh ini, dampaknya belum optimal, belum menyelesaikan persoalan mendasar di masyarakat pesisir dan pulau-pulau.

Pada beberapa kesempatan, Menteri Susi menyebut bahwa, salah satu alasannya mengapa harus terus menerus mengkampanyekan anti DF ini adalah masih banyaknya ditemukan bahan pembuat bom.

Tak sungkan, dia bahkan menyebarluaskan fakta yang memiriskan seperti yang ditemukan di Perairan Selayar, Sulawesi Selatan di akhir tahun lalu dan di bulan Maret 2018.  Total bahan bom ikan yang disebut datang dari Malaysia itu mencapai 100 ton.

Susi tahu bahwa fakta penangkapan ikan dengan bom dan bius telah berlaku masif sehingga membutuhkan kesungguhan semua pihak.

Dia optimis bahwa apa yang dihelat oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut melalui tema ‘Bersatu Mencintai, Menjaga, Merawat Laut Nusantara’ dan pengorganisasian gagasan proteksi laut tersebut merupakan solusi bagi laut yang lestari dan kondusif.

Untuk menggairahkan kegiatan Pandu Laut Nusantara ini, Susi menyerukan untuk mendirikan unit-unit serupa di kabupaten/kota agar bisa berdampak luas.

Dengan komunitas tersebut bisa jadi akan terkumpul informasi dari mana asal mula bahan bom, bius. Berharap akan muncul seruan bersama untuk mengadvokasi masyatakat dan terumbu karang dari ancaman DF. Termasuk memberi dampak jera bagi pihak-pihak yang selama ini menjadi mafia bahan peledak dar Malaysia, Vietnam atau Singapura.

Terlibatnya beberapa sosok seperti Kaka Slank ini semua bisa membuat gentar para pelaku atau bandar DF itu apalagi jika didukung oleh komunitas atas segenap elemen bangsa.

Bagi kita semua, termasuk apa yang sedang didorong oleh Menteri Susi melalui Pandu Laut Nusantara ini merupakan manifestasi menjadikan laut sebagai masa depan bangsa karenanya semua pihak harus turun tangan.

“Kalau kita tidak jaga, masa depan kita ke mana?” kata Menteri Susi. (Klanews.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here