Senyum Menteri Susi di Laut Jakarta

0
54
Menteri Susi saat bersua nelayan Cirebon (dok: istimewa)

Jakarta, Klanews.id. Kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ke Pulau Pari, Kepulauan Seribu tak semata bertemu warga. Tak hanya menanam mangrove di Pasir Perawan. Dia juga menyambangi nelayan yang beroperasi di sekitar perairan Jakarta, (22/7).

Dia tanpa sungkan bercengkerama dan mencandai nelayan serta pencari kepiting rajungan yang dijumpainya di laut beranda Jakarta.

Menteri Susi didampingi Dirjen Pengelolaan Ruang Laut, KKP, Brahmantya Setyamurthi Poerwadhi dan Dirjen Penguatan Daya Saing Kelautan dan Perikanan, Rifky Hardijanto serta beberapa perwira Angkatan Laut RI.

Mengenakan baju batik kecoklatan yang sering terekam kamera di beberapa tempat, Susi duduk santai di tepi boat ‘sea rider’ Angkatan Laut. Menteri yang baru saja meraih ijazah setara SMA itu menyapa para nelayan disertai guyonan.

Berbahasa Jawa, Menteri Susi mengobrol dengan Dodo dan dua nelayan lainnya asal Cirebon. Mereka terlihat rileks di atas kapal berbobot sekira 3 grosston dan bertuliskan ‘Sahabat’.

Layaknya andon, mereka tinggal sementara di Kali Adem. Setiap bulan nelayan tersebut, dengan armada yang digunakannya berikut jaring gillnet, nelayan memperoleh pendapatan sekitar 4 juta perbulan.

“Pulang ke Cirebon, kadang setiap bulan, kadang 4 bulan dan bahkan 6 bulan,” kata nelayan bernama Dodo tersebut.

Susi berpesan ke mereka untuk tidak lagi menggunakan cantrang sebab dengan demikian ikan, udang dan rajungan akan semakin banyak dan bisa digunakan dengan alat tangkap yang ramah lingkungan.

Dari ketiga nelayan tersebut, Menteri Susi membeli udang yang menurutnya pantas dihargai Rp. 500 ribu itu. Serta merta dia memasukkan ke wadah untuk dibawa ke darat.

Para nelayan mengaku hasil tangkapan nelayan khususnya udang cukup banyak.

Hal itulah yang membuat nelayan Cirebon rela jauh-jauh datang ke Jakarta. Padahal, empat tahun belakangan udang sulit ditemukan di perairan Jakarta.

Tak hanya menangkap ikan dengan kapal, aktivitas memancing di pinggiran pelabuhan Nizam Muara Baru juga ramai terlihat. Nelayan tak perlu jauh-jauh ke tengah untuk menangkap ikan. Dekat pantai mereka sudah bisa menemukan ikan sebagaimana yang terlihat di sekitar Muara Baru.

Tak seperti beberapa tahun lalu di mana mereka harus jauh ke tengah laut untuk mendapat ikan dan udang.

Meningkatnya tangkapan nelayan di kepulauan Jakarta ini membuktikan bahwa stok ikan sudah membaik dan kembali banyak. Dengan pengelolaan yang benar, peningkatan tangkapan diharapkan juga dapat terjadi di berbagai daerah lain.

Saat melintasi perairan antara Pulau Pari hingga pesisir Jakarta, Menteri Susi melihat kapal-kapal nelayan yang lalu lalang. Ukurannya beragam, dari 3 groston hingga yang mencapai seratusan groston. (KAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here