Kemerdekaan Juga Untuk Masyarakat di Pulau-Pulau Terdepan NKRI

0
79
(dok: istimewa) Masyarakat di Pulau Terdepan, harus merdeka mengakses pendidikan dan kesehatan

Jakarta, Klanews.id – 17 agustus selalu menjadi hari spesial bagi Indonesia. Hari dimana seluruh pulau yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, Miangas hingga Rote, terikat menjadi satu kesatuan, Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Indonesia kini berusia 73 tahun. Berbagai pembangunan telah dilakukan sebagai upaya untuk memperbaiki aspek kehidupan masyarakat. Namun, pembangunan yang dilakukan, belum sepenuhnya merata dan dirasakan seluruh masyarakat. Tidak terkecuali masyarakat di pulau-pulau terdepan, yang menjadi beranda NKRI.

Padahal, sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki 92 pulau terluar. Pulau-pulau terluar tersebut berbatasan langsung dengan negara-negara tetangga mulai dari Malaysia, Vietnam, Filipina, Palau, Australia, Timor Leste, India, Singapura, dan Papua Nugini.

Baca juga: Revolusi Mental, Partisipasi Rakyat dan Kode 526

Dengan semangat menjadi negara maritim terbesar di dunia, sudah seharusnya masyarakat di pulau-pulau terdepan mendapatkan perhatian lebih. Jika ingin mengetahui gambaran suatu rumah, lihatlah berandanya. Ibarat rumah, pulau-pulau terdepan inilah yang menjadi beranda.

Merdeka Dalam Akses Pendidikan

Sejak proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, para pendiri bangsa ini telah menyadari pentingnya usaha mencerdaskan kehidupan bangsa. Pemikiran ini diperkuat dengan kenyataan pada Pasal 31 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia yang menekankan bahwa tiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran.

Pendidikan merupakan sebuah keharusan bagi bangsa Indonesia demi perkembangan pembangunan, sebab dasar pembangunan yang strategis adalah pendidikan. Pendidikan haruslah digunakan untuk mendidik segenap rakyat, bukan hanya untuk beberapa golongan tertentu saja.

Oleh karena itu tugas negaralah yang harus mengatur hal tersebut untuk proses pencerdasan bangsa. Untuk itu, pemerintah harus mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran nasional yang merata hingga ke pulau-pulau terdepan.

Kenyataannya, masyarakat di pulau-pulau terdepan masih kesulitan untuk mengakses pendidikan. Kurangnya sarana pendidikan seperti sekolah dan kurangnya guru sebagai tenaga pengajar, menjadi kendala menahun yang mereka alami.

Merdeka Dalam Akses Kesehatan

Kesehatan sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Pentingnya kesehatan masyarakat harus benar-benar mendapatkan perhatian, karena masyarakat bisa menjadi cerminan suatu negara. Negara telah menjamin kesehatan setiap warganya melalui konstitusi dalam UU No.23 Tahun 1992 tentang Kesehatan.

Untuk mencapai pelayanan kesehatan yang diinginkan, maka pelayanan harus memenuhi berbagai syarat, diantaranya, tersedia dan berkesinambungan, mudah dicapai, mudah dijangkau, dan bermutu.

Di pulau-pulau terdepan, masyarakat masih banyak yang belum mendapatkan akses atau pelayanan kesehatan yang baik. Kurangnya sarana kesehatan, seperti puskesmas dan rumah sakit, menjadi kendala yang lazim dijumpai. Belum lagi, kurangnya tenaga kesehatan seperti, bidan dan dokter. (RSP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here