‘Pinisi Bakti Nusa’ Simulasi di Selat Makassar

0
87
Peserta sea trial dan perwakilan Hubla (dok: YMS)

Makassar, Klanews.id – Keunggulan perahu pinisi sebagai salah satu kreasi kebudayaan maritim masyarakat Sulawesi Selatan telah terbukti sejak lama. Terkenal di seluruh dunia karena bentuknya nan menawan, elegan, dan multifungsi, baik sebagai alat transportasi maupun sebagai wahana riset, rekreasi atau edukasi.

Muhibah bersejarah pinisi lintas benua hingga ke Vancouver, Kanada dan Amerika Serikat di tahun 80-an adalah salah satu buktinya.

Sebagai bagian dari upaya melanggengkan keunggulan tersebut, Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) bersama Yayasan Makassar Skalia (YMS) menyiapkan ‘Pinisi Bakti Nusa (PBN)’, nama perahu pinisi sekaligus program pengabdian pada masyarakat dan lingkungan di pesisir dan pulau-pulau Nusantara.

PBN dibangun di Makassar dan dimodifikasi di tanah leluhurnya Bira pada tahun 2015. Adalah seorang putra Bulukumba, Sulawesi Selatan bernama Haji Ariawan sebagai kreatornya. Awalnya diberi nama Pinisi Pusaka sebelum berganti menjadi Pinisi Bakti Nusa.

PBN adalah juga event mulia, tentang pentingnya menghubungkan kekuatan pulau-pulau Nusantara melalui ekspedisi. Tak hanya di Sulawesi, ekspedisi direncanakan akan mengarungi laut Nusantara, dari Timur ke Barat dan berlabuh di 74 titik strategis.

“Selain itu, targetnya lainnya adalah 10 taman nasional laut, 10 kawasan konservasi laut, lima sentra kelautan dan perikanan, 10 pulau terluar, lima destinasi wisata unggulan dan sejumlah spot penyelaman,” kata Muh. Abdi Suhufan, ketua Harian ISKINDO yang juga koordinator misi ini.

“Di tempat-tempat itu akan dilaksanakan riset terkait potensi dan isu kelautan,” katanya kepada Klanews.id.

Menurutnya, ekspedisi Bakti Bagi Nusa disiapkan untuk berlangsung selama setahun dimana salah satu tujuannya adalah meningkatkan kepedulian masyarakat terkait potensi sumberdaya kelautan Indonesia.

Untuk memastikan kesiapan pinisi saat ini sedang dilaksanakan ujicoba pelayaran dari Makassar ke Kota Pelabuhan Pare-Pare di utara, di bagian selatan Selat Makassar dan akan menyinggahi beberapa titik.

Sea Sailing Trial atau pelayaran uji coba ekspedisi Pinisi Bakti Nusa bertujuan mendapatkan gambaran kelayakan, situasi lapangan dan kesiapan personil ekspedisi. Memastikan semua unsur, pelaku, kru, volunteer memahami prosedur pelayaran dan tujuan pelayaran,” kata Sapril Akhmady dari YMS.

“Ada tiga simulasi. Simulasi pelayaran atau situasi di atas perahu pinisi, simulasi kegiatan di pulau kecil dengan berlabuh serta tanpa berlabuh serta kegiatan aktivitas program atau titik event,” lanjut Sapril.

Kegiatannya, menurut Sapril meliputi riset, diskusi, dokumentasi, kelas Inspirasi, pemutaran film, pemberian bantuan, Panggung Maritim, pertukaran tim, simuasi kondisi, simulasi pelayaran dari Kota Makassar – Parepare – Makassar. Simulasi dengan mesin penggerak, dengan menggunakan layar serta simulasi navigasi sesuai perhitungan waktu dan hari.

Akan ada simulai kondisi seperti kebakaran di atas kapal tenggelam dan harus meninggalkan kapal (Abandon Ship), korban jatuh, evakuasi Sakit/P3K, jalur pelayaran, trip ke Barrang Caddi, Pulau Bontosua, Pulau Pa’nikiang di Kabupaten Barru dan Pelabuhan Pare-Pare. (KAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here