Ada Teknologi Meningkatkan Kualitas Garam, Mengapa Terus Impor?

0
58
(dok: istimewa)

Jakarta, Klanews.id – Garam memiliki peran strategis yaitu sebagai bahan pokok bagi kebutuhan konsumsi rumah tangga dan juga merupakan bahan baku berbagai industri, seperti industri makanan, industri minuman dan industri farmasi. Sementara, industri garam rakyat belum mampu memenuhi kualitas garam yang dibutuhkan oleh industri, yakni garam bersih dengan kandungan NaCl >98%.

Akibatnya, berbagai industri harus melakukan impor untuk mendapatkan garam yang berkualitas, walaupun harganya jauh lebih tinggi. Tidak ada angka yang pasti tentang impor garam. Namun, diperkirakan impor garam industri mencapai 2 juta ton dengan nilai tidak kurang dari Rp 1,5 trilyun setiap tahunnya.

Baca Juga: Permainan Tengkulak Membuat Harga Hasil Tangkap Nelayan Cilacap Anjlok

Kondisi ini mengakibatkan semakin kuatnya posisi garam impor dan sebaliknya pergaraman nasional menjadi semakin lesu. Untuk mengatasi permasalahan ini, perlu dilakukan upaya. Salah satunya adalah penerapan teknologi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas industri garam rakyat.

Sistem Ulir Filter

Peningkatan kualitas garam dapat dilakukan dengan modifikasi tambak garam dengan penambahan ulir pada kolam peminihan. Tujuannya adalah mempercepat proses penuaan air  laut. Kegunaan lainnya yaitu, menyaring dan mengendapkan kotoran yang terkandung dalam air laut, sehinggga garam yang dihasilkan lebih bersih.

Kolam Peminihan tambak garam dibuat berkelok-kelok dengan dasar yang tidak rata untuk membuat arus air secara alami sehingga terjadi proses penguapan yang dibantu cahaya matahari dan angin. Dengan adanya ullir filter ini, mampu mempercepat waktu penuaan air laut sehingga proses produksi lebih singkat dari 40 hari persiapan lahan sampai produksi menjadi 25 hari. Kalsium dan Magnesium sebagai unsur yang cukup banyak dikandung dalam air laut perlu diendapkan agar kadar NaCl yang diperoleh meningkat.

Garam Bersih Dengan Geomembran

Teknologi geomembran dari bahan HDPE (High Density PolyEthylene) lebih cepat menyerap panas sinar matahari sehingga dapat mempercepat penguapan dan mempercepat proses kristalisiasi. Selain itu, Kristal garam yang dihasilkan tidak bersentuhan dengan tanah, sehingga kristal garam yang dihasilkan putih, bersih, dan berkualitas.

Hasil penelitian juga menunjukan bahwa kandungan NaCl pada garam yang menggunakan geomembran, lebih tinggi dibandingkan garam yang menggunakan media tanah. Kandungan NaCl garam dengan menggunakan tanah sebagai media meja garam sebesar 88.76% dengan masa kristalisasi 10 hari. Sedangkan kandungan NaCl menggunakan geomembran didapatkan kandungan NaCl sebesar 95.20% selama 8 hari.

Artemia Meningkatkan Harga dan kualitas Garam

Keberadaan Artemia di kolam peminihan (kolam evaporasi) tambak garam akan memakan bahan organik yang terkandung dalam air laut dan akan dikeluarkan lagi sebagai kotoran yang terbungkus dalam selaput tipis seperti pellet yang tidak mudah hancur sehingga akan mengendap ke dasar kolam peminihan. Dengan demikian air garam akan menjadi jernih dan penguapan berjalan lancar. Bangkai dan kotoran Artemia dapat menjadi nutrisi bagi kehidupan bakteri halofilik di meja kristalisasi.

Bakteri halofilik merupakan jenis mikroorganisme yang dapat bertahan pada kadar garam tinggi dengan cara mempertahankan keseimbangan osmotik. Adanya bakteri halofilik di meja kristalisasi dapat mempercepat penguapan dan meningkatkan kualitas garam karena bakteri halofilik mengkomsumsi bahan organik yang menyebabkan kekeruhan air garam, serta menyerap panas matahari.

Kolam peminihan juga sering ditumbuhi sejenis ganggang biru bersel satu, yaitu jenis Cocochloris elabens. Kadang-kadang pertumbuhannya sangat lebat dan subur sehingga air tambak berwarna hijau tua dan berlendir yang mengakibatkan meningkatnya kekentalan air yang menghambat proses penguapan maupun pengkristalan NaCl sehinga mengurangi produktivitas. Keberadaan Artemia di tambak garam akan memakan ganggang tersebut.

Keberadaan Artemia di tambak garam dapat meningkatan kualitas garam. Dengan meningkatnya kualitas garam, juga akan mendongkrak harga garam. Selain itu, permintaan yang tinggi dan harga yang tinggi dari Artemia, mampu menjadi solusi untuk peningkatan kesejahteraan petani garam. (RSP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here