Aidil Syam, Sarjana Kelautan Unhas yang Kejar Kompetensi hingga PPKKPL Condet

0
465
Aidil (foto: pribadi)

Jakarta, Klanews.id – Idealnya, seperti apa profil atau gambaran kompetensi anak Kelautan Unhas? Apa saja yang bisa dikerjakan setelah prosesi pasang toga di hari wisudanya yang membuncahkan kegembiraan tak terkira itu?

“Banyak, mereka bisa kerja di mana saja, sepanjang mereka dibekali kompetensi, pengetahuan, keterampilan dan tentu saja mental bagus,” begitu kata Darwis Ismail, ST, MMA, ketua Ikatan Sarjana Kelautan (ISLA) Unhas terkait alumni Kelautan Unhas yang ‘terlacak’ sedang berlatih pengelasan bawah air di Balai Latihan Kerja di Kawasan Condet Jakarta bulan ini.

Aidil Syam (31), alumni tersebut tercatat mahasiswa Ilmu Kelautan sejak tahun 2005 dan meraih gelar Sarjana di 2012. Menurut Darwis, tidak banyak alumni yang sungguh-sungguh mendalami keilmuan bidang kelautan setelah selesai kuliah, Aidil adalah pengecualian.

“Padahal kita sedang bicara Poros Maritim, sosok seperti Aidil ini yang perlu diperbanyak sebab laut Nusantara memanggil putra-putrinya. Beruntung dia bisa mengakses informasi lowongan peserta BLK di Jakarta. Tidak mudah ini, saya salut,” kata Darwis kepada Klanes.Id.

Sebagai alumni Kelautan, Aidil Syam telah menghabiskan hari-harinya dengan penyelaman sejak 10 tahun terakhir. Di log book penyelamannya tercatat lokasi perairan seperti Kepulauan Sangkarrang di Makassar dan Pangkep, Biak, Fak Fak, Bontang, Halmahera Maluku, Ampana Sulawesi Tengah, Selayar hingga Banten sebagai lokasi.

“Jumlah penyelaman riset telah melebih 500 kali,” katanya saat ditanya Klanews.id di kawasan Rawajati.

Aidil sedang bersiap-siap berangkat ke BLK Condet. Ini hari-hari pertama dia mulai mengasah kemampuan pengelasan bawah air.

“Setahu saya, untuk yang benar-benar ahli penyelaman, menurut standar harus melebih 1000 kali logged,” kata jebolan Marine Science Diving Club (MSDC) Ilmu Kelautan Unhas ini. Logged dimaksudkannya adalah entry penyelaman.

Ke PPKKPL Condet

Sebagai sarjana Kelautan, Aidil sesungguhnya telah teruji dan terbukti kompeten untuk riset biologi kelautan seperti reef check, pemantauan kesehatan karang hingga pernah menginstalasi bawah air bahkan hingga kedalaman 40 meter. Dia juga pernah terlibat pada pengumpulan sedimen bawah air untuk keperluan usaha tambang.

“Tapi saya merasa kita perlu sertifikasi, butuh sertifikat keahlian. Kalau tidak, kita akan kalah bersaing,” jelasnya. Itu pula yang memotivasi sosok yang sangat ingin bekerja di bidang perkapalan dan perhubungan laut ini.

Meski telah selesai kuliah sejak tahun 2012 namun dia tidak kehilangan selera untuk terus mengasah kompetensinya. Di usianya yang sudah masuk kepala tiga, dia berburu kompeensi Kelautan hingga Ibukota.

Menurut Aidil, PPKKPL Condet adalah singkatan dari Pusat Pelatihan Keterampilan Khusus Pengembangan Las. Banyak alumninya bekerja di usaha-usaha pengelasan dalam negeri dan bahkan luar negeri termasuk hingga ke Dubai.

“Kalau ditanya minat keahlian, saya memang mau kerja di kapal, bisa berlayar dan mengurusi teknis perkapalan,” jelas anak muda yang ke Jakarta sejak tanggal 9 Agustus 2018.

“Saya dapat informasi BLK seperti ini dari senior di ISLA Unhas, kak Hijaz Jalil dua tahun lalu. Saat itu alumi-alumni Kelautan dapat informasi pelatihan BLK, hanya saja luput karena telat tiba informasinya,” ucap alumni SMA Negeri I Pare-Pare, Sulawesi Selatan ini yang juga pemegang sertifikat selam level Advance dari POSSI ini.

Tahun ini, Aidil tak mau menyiakan kesempatan berikutnya dan ikut tes. Dia harus berjibaku ikut tes tertulis dan wawancara di BLK Codet. Dia dinyatakan lulus pada tanggal 3 September 2018.

“Sebenarnya, dari informasi pendaftaran ada dua kelas yang dibuka. Ada underwater welding dan welding inspector. Saya di yang pertama,” katanya seperti memberi harapan kepada siapapun yang berminat ikut kelak.

Yang membuat Aidil senang karena di BLK tersebut bukan hanya dia tetap ada mahasiswa Teknik Perkapalan Unhas.

“Padahal dia masih mahasiswa, jadi bisa juga adik-adik Kelautan Unhas yang memang tertarik pengelasan,” imbuhnya.

Di Condet, Aidil menjadi peserta latih BLK selama sebulan ke depan. Tempat yang menurutnya komplit sebab ada juga tempat latihan menyelam khusus di sana.

“Memang disiapkan untuk latihan pengelasan bawah air, kayak kolam berbentuk tabung tinggi,” katanya. Minggu ini dia memperoleh penjelasan tentang enterpreneurship lalu kajian psikologi dan tantangan dunia kerja yang dibawakan oleh ahli dari Disnaker DKI Jakarta.

“Saya kira memang banyak peluang, banyak anggaran disiapkan hal seperti ini di Jakarta. Bisa pelatihan untuk sablon baju, dan lain-lain,” ucap penggemar klub sepakbola Inter Milan ini.

“Sayangnya, di Makassar atau lebih-lebih di Pare-Pare, setahu saya belum ada yang berkaitan dengan diklat khusus pengerjaan bawah air yang ditangani Dinas Tenaga Kerja, yang dijalankan BLK setempat. Makanya saya ke Jakarta, apalagi digratiskan,” pungkasnya.

Makassar dan Pare-Pare adalah dua tipikal kota pesisir yang nampaknya harus banyak belajar dari Condet terkait bidang pengelasan ini. Digratiskan, pula.

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here