Pakar Unhas Jelaskan Tujuan Transplantasi Karang ke Bos IMF

0
474
Bos IMF dan Dr. Ipul (dok: Cahyadi)

Hari ini, (7/10), akademisi Universitas Hasanuddin, Makassar, yang juga pakar biologi terumbu karang dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) menjadi pusat perhatian di Bali.

Hal tersebut sekaitan aksinya menjelaskan program replantasi karang ke beberapa pihak di acara ‘Side Event Coral Transplantation Annual Meeting IMF – World Bank Group 2018’. Coral plantation adalah satu upaya memulihkan ekosistem karang dunia yang sebagian besar telah rusak dan banyak didukung lembaga-lembaga swasta dan organisasi lingkungan.

Dr. Syafyuddin Yusuf adalah lulusan Ilmu dan Teknologi Kelautan Unhas angkatan 1989 dan mempunyai reputasi lama dan dalam terkait rsiet dan praktik konservasi terumbu karang.

Lantaran itu pula, dia diundang oleh Kemenko Maritim untuk membagikan pengalamannya terkait dimensi dan dampak ekologi, ekonomi dan sosial dari ‘coral replantation’ sebagai salah satu alternatif dalam pelestarian ekosistem laut di Indonesia bahkan dunia.

Christine Lagarde saat ikut instalasi ‘coral plantation’ (dok: Cahyadi/Kemenkomaritim)

Sosok yang diberi penjelasan terkait program konservasi itu adalah Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde yang telah ada di Bali sejak Jumat, 5 Oktober 2018. Christine datang untuk menghadiri Pertemuan Tahunan IMF – World Bank.

Seperti nampak di foto itu, Syafyudin menjelaskan ketika Christine bertanya tentang prosedur dan jaminan keamanan saat peletakan karang, (7/10).

Ipul, begitu sapaannya, sosok yang perpengalaan jadi konsultan proyek terumbu karang seperti COREMAP, instalasi hatchery kima, biorock, tranplantasi karang seperti di Pulau Badi dan Bontosua, Pangkep, sedang berbincang dengan bos IMF, disaksikan Menteri Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani serta jajaran dari berbagai Kementerian Kabinet Kerja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here