Jakarta, Klenews.id – Pada akhir September lalu kapal perang AS, USS Decatur, nyaris tabrakan dengan Kapal perusak China, Luyang, di sekitar Kepulauan Spratly, Laut China Selatan.

Duta Besar China untuk Amerika Serikat (AS) Cui Tiankai angkat bicara dan menyindir Washington sebagai “agresor” terkait insiden tersebut.

Pentagon membenarkan kalau selama ini keberadaan kapal-kapal perangnya di Laut China Selatan yang sedang disengketakan itu untuk misi kebebasan bernavigasi di wilayah internasional.

Sejumlah negara Asia, seperti Vietnam, Malaysia, Filipina, Brunei dan Taiwan sedang bersengketa dengan China mengenai Pulau-pulau di Laut China Selatan. Namun, Beijing mengklaim hampir seluruh kawasan tersebut.

Dubes Cui juga mengungkapkan menjelaskan bahwa cara kerja di lingkaran internal Presiden AS Donald Trump bisa sangat membingungkan bagi pejabat diplomatik asing.


Editor: Haerul
Penulis: Hidayat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here