Nusa Tenggara Timur Melawan Human Trafficking

0
111
(dok: Klanews.id) wawancara dengan tokoh masyarakat di Kabupaten Kupang tentang maraknya perdagangan manusia di NTT

Jakarta, Klanews.id Fenomena human trafficking (perdagangan manusia) merupakan salah satu masalah kontemporer yang perlu mendapat perhatian serius. Karakteristiknya bersifat represif dengan tujuan eksploitasi manusia (individu atau kelompok).

Luasnya pengaruh dan dampak ancaman yang ditimbulkan, membuat isu human trafficking diklasifikasikan sebagai bentuk kejahatan luar biasa (extra ordinary crime).

Di Indonesia, Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah salahsatu Provinsi di Indonesia yang paling tinggi tejadi kasus perdagangan manusia. Di NTT, human trafficking bukanlah suatu hal baru.

Kejahatan dan ancaman human trafficking tengah menjadi isu aktual di NTT. Dalam beberapa tahun terakhir, NTT menempati rangking teratas, didaulat sebagai daerah asal korban tindak pidana perdagangan manusia.

Menurut Stefanus Fangidae, seorang tokoh masyarakat di Desa Oelatimo Kabupaten Kupang, hampir setiap tahun kasus perdagangan manusia terjadi di Kabupaten Kupang. Biasanya korban diiming-imingi untuk bekerja di kota besar, seperti Jakarta dan Surabaya dengan gaji yang tinggi.

“Faktor ekonomi menjadi alasan utama, mengapa kasus ini terus terjadi. Sebagian besar korbannya adalah wanita, yang tadinya dijanjikan bekerja di kota besar, tapi dikirim ke Malaysia dan Arab Saudi”, lanjut Stefanus.

Berdasarkan laporan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) sepanjang 2016 hingga awal tahun 2018 menyebutkan, ada 126 buruh migran Indonesia asal NTT yang meninggal di Malaysia.

Dengan perincian, 46 orang meninggal pada 2016, 62 orang pada tahun 2017, dan 18 orang pada bulan januari sampai maret 2018. Mayoritas mereka yang meninggal merupakan korban perdagangan manusia atau Human Trafficking.

Human trafficking di NTT dapat dikatakan sudah darurat karena banyak sekali warga NTT terutama kaum wanita berumur 15 tahun ke atas yang dijadikan TKW ke luar negeri, khususnya Malaysia, Singapura, Taiwan, dan negara-negara lain. Karena tingginya kasus perdagangan manusia dari NTT, massa aksi kemudian memplesetkan nama NTT menjadi Nusa Trafficking Tinggi. (RSP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here