Gewang, Tanaman Serbaguna Masyarakat Kabupaten Kupang

0
429
(dok: Klanews.id) Rumah yang sebagian besar bahannya (atap dan dinding) dari tanaman Gewang

Jakarta, Klanews.id – Mendengar tumbuhan serbaguna, tentu saja yang terlintas dipikiran adalah kelapa. Tumbuhan ini sangat dekat dengan kehidupan manusia. Semua bagian dari kelapa, mulai dari puncak daun tertinggi hingga bagian akarnya, dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan sehari-hari.

Namun, bagi masyarakat Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, ada satu tumbuhan yang dianggap tumbuhan serbaguna. Masyarakat di Daratan Timor mengenal tumbuhan ini dengan sebutan, Gewang.

Tumbuhan sejenis palem ini, juga dikenal dengan Gebang dalam bahasa Indonesia. Di daerah lain di Indonesia, punya nama masing-masing, seperti Gabang (Dayak Ngaju), Pucuk (Betawi), Pocok (Madura), Ibus (Sasak) dan Silar (Minahasa).

Gewang tumbuh menyebar di dataran rendah hingga ketinggian sekitar 300 mdpl. Mampu beradaptasi dan toleran dengan lahan dan iklim kering, seperti di Kabupaten Kupang.

Baca Juga: Sirih Pinang, Budaya dan Suatu Bentuk Penghormatan

Bagi masyarakat di Kabupaten Kupang, tumbuhan Gewang memegang peranan penting dalam kehidupan sehari-hari, karena hampir seluruh bagian tanaman ini dimanfaatkan, mulai dari batang, pelepah, daun, bunga dan buah.

“Gewang adalah tanaman yang sangat penting untuk masyarakat Timor. Sejak dahulu, dari zaman nenek moyang, sampai sekarang, kami sudah memanfaatkannya. Hampir semua bagian dari tanaman gewang kami gunakan”, kata Luther Baitanu, tokoh masyarakat di Desa Bipolo, Kabupaten Kupang.

Bagian dalam batang Gewang yang biasanya diolah untuk dijadikan sagu, juga dapat digunakan sebagai bahan pakan. Tangkai daun dirangkai untuk membuat bahan pagar atau bahan dinding rumah, daun digunakan sebagai bahan atap rumah. Akarnya berkhasiat menyembuhkan diare ringan dan berulang. Air dari pelepahnya berkhasiat anti racun. Getah kemerahan dari pucuknya digunakan untuk mengobati luka, batuk dan disentri.

Sebagian besar rumah-rumah masyarakat di Kabupaten Kupang, menggunakan atap dari daun Gewang dan dinding dari batang Gewang. Rumah berbahan tanaman Gewang, cocok untuk cuaca yang panas, karena tidak menyerap panas. Rumah menjadi adem.

“Saya lebih menyukai tinggal di rumah yang terbuat dari Gewang saat panas terik, karena saya tidak kepananasan, dingin. Meskipun saya punya rumah yang terbuat dari batu bata dan semen”, tutur Nikson, Kepala Dusun di Desa Sahraen. (RSP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here