KKP Kembangkan Peluang Bisnis Melalui Inovasi Tanaman Hias Air

0
22
Press Conference soal tanaman hias, Kamis (8/11/2018) (Rilis KKP) (dok: istimewa)

Jakarta, Klanews.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan telah kembangkan inovasi tanaman hias yang bisa menjadi peluang bisnis bernilai ekonomi tinggi bagi pelaku usaha periknan.

Spesies tanaman air sangat berpotensi sebagai estetika atau hiasan akuarium yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

“Menurut Sjarief Widjaja Kepala Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP) KKP  dalam siaran pers, Sabtu(10/11) Ini adalah bisnis baru, komoditas baru yang harus disampaikan ke publik sebagai peluang bisnis.

Skala ekonomi dari peluang bisnis tanaman hias air ini sebenarnya dinilai masih ada di bawah permukaan, sehingga perlu digali informasinya dan didorong produksinya untuk ekspor.

Sampel tanaman hias yang bisa dibudidayakan dan digunakan sebagai obat ikan (dok: istimewa)

Sjarief Widjaja mengungkapkan tanaman air “aquatic plant” atau “flora aquatic” merupakan bagian dari perikanan air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi, namun sebagian besar masyarakat belum mengetahui manfaat serta kegunaan tanaman tersebut.

Pasalnya, permintaan tanaman air banyak diminati baik di dalam maupun di luar negeri.  Oleh karena itu, BRSDM KKP melalui Balai Riset Budidaya Ikan Hias (BRBIH) melakukan berbagai inovasi riset guna mendorong perekonomian petani dan pembudidaya tanaman air.

Riset yang saat ini dikerjakan ialah menggunakan teknik kultur jaringan atau inovasi In-Vitro pada tanaman hias air untuk estetika (aquascape) dan obat herbal alami baru untuk penyakit ikan.

Budidaya In-Vitro merupakan metode untuk mengisolasi bagian dari tanaman yang steril, ditumbuhkan pada media buatan yang steril, dalam botol kultur yang steril dan dalam kondisi yang aseptic, sehingga bagian-bagian tersebut dapat memperbanyak diri dan beregenerasi menjadi tanaman yang lengkap.

Sampel tanaman hias yang bisa dibudidayakan dan digunakan sebagai obat ikan (dok: istimewa)

“Kami telah mengidentifikasi 218 spesies dari target 400 spesies. 218 ini akan kita biakkan. Tentu saja kalau membiakkan dengan cara biasa akan memakan waktu. Nah ini dengan proses kultur jaringan agar mempercepat prosesnya,” tambah Sjarief.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2008, nilai kumulatif ekspor tanaman air pada tahun 2002-2004 mencapai angka 1.054.229 dolar AS dan pada 2006 berada di angka 676.404 dolar AS.


Editor: Haerul 
Penulis: Ahmad

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here