Hama Udang Terbang, Panganan Khas Gunung Kidul

0
41
(Dok: Klanews.id) Penjual Belalang goreng di pinggir jalan Gunung Kidul

Jakarta, Klanews.id – Belalang umumnya menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat, khususnya petani.  Serangga ini biasanya menjadi hama yang menyerang tanaman, sehingga tanaman menjadi layu dan menyebabkan gagal panen.

Namun, bagi masyarakat Gunung Kidul, hama ini justru menjadi santapan yang lezat. Belalang yang bagi petani merupakan ancaman, justru menjadi makanan khas yang penuh gizi.

Bagi masyarakat Gunung Kidul, belalang biasa mereka sebut “udang terbang” karena rasanya yang mirip seperti udang ketika sudah digoreng. Belalang  sudah menjadi kuliner yang sangat digemari. Saat musim kemarau menjadi waktu yang tepat bagi masyarakat Gunung Kidul untuk berburu serangga ini. Tidak jarang yang berburu hingga di luar daerah.

Belalang yang ditangkap dan diolah yaitu, belalang kayu yang biasa banyak ditemui di dahan-dahan pohon kayu dan semak-semak tanaman. Serangga ini, telah lama dijadikan sebagai panganan oleh masyarakat Gunung Kidul.

Baca juga: Lawi-Lawi, Lalapan Sehat Masyarakat Pesisir

Belalang merupakan hewan yang kaya akan kandungan protein. Rasa belalang goreng seperti rasa udang menurut sebagian besar orang yang pernah mencicipinya. Rasanya yang gurih dan renyah,

Belalang goreng memiliki rasa yang cukup gurih, sehingga banyak orang menyukainya dan ketagihan dengan makanan ini. Kandungan protein yang tinggi pada serangga ini diyakini mampu menambah vitalitas konsumen.

Membuat makanan khas ini, cukup mudah. Belalang yang sudah ditangkap, dibersihkan dari kotoran dan sayapnya dipotong. Untuk mendampatkan sensasi rasa yang mantap, banyak yang menggunakan aneka bumbu rempah. Bumbu yang digunakan cukup sederhana, yakni bawang putih, tumbar dan garam. Untuk rasa pedas manis maka akan ditambahkan cabai.

Hampir semua bagian dari belalang dapat dimakan. Karena kandungan proteinnya yang cukup tinggi, belalang tidak dianjurkan bagi mereka yang alergi dengan makanan berprotein tinggi, dapat menyebabkan gatal-gatal.

Di sepanjang jalan ketika memasuki Gunung Kidul, banyak dijumpai warung- warung makan yang menyajikan menu makanan belalang goreng. Juga banyak masyarakat yang menjual di pinggir-pinggir jalan dalam kemasan atau toples.

Keunikan kuliner menjadi nilai tambah bagi daerah tujuan wisata. Para wisatawan banyak yang tertarik mencoba atau membeli “udang goreng” khas Gunung Kidul ini. Satu toples kecil belalang goreng ini dijual dengan harga Rp 25.000, sedangkan untuk ukuran yang lebih besar dijual dengan harga Rp 50.000. (RSP)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here