Jakarta, Klanews.id –  Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengatakan upaya pencegahan praktik perikanan IUU Fishing yang dilakukan pemerintah melalui Satgas Antipencurian Ikan (Satgas 115) berhasil meningkatkan penerimaan pajak perikanan hingga Rp 231,90 miliar pada 2017.

“Menurut Susi Pudjiastuti, penerimaan pajak perikanan 2017 yang mencapai Rp 1,08 triliun adalah yang terbesar dalam lima tahun terakhir dan pencapaian tahun ini diharapkan lebih besar lagi”, Jakarta, Kamis, 22/11.

Pencapaian tersebut terjadi saat Satgas 115 dan KKP membentuk kelompok kerja bersama Ditjen Pajak Kementerian Keuangan, guna mengoptimalkan penerimaan pajak dari sektor perikanan.

“Dari hasil kerja sama tersebut berhasil meningkatkan penerimaan pajak subsektor perikanan tangkap hingga Rp 231,90 miliar, yakni dari Rp 850,10 miliar pada 2016 menjadi Rp 1,08 triliun pada 2017.

Senyum bahagia nelayan sedang membongkar ikan di pelabuhan perikanan (dok: istimewa)

Angka tersebut masih jauh dibawah rasio. Itu pun kita sudah dikritik habis-habisan karena dianggap mempersulit dan memperlambat izin (SIUP dan SIPI), padahal niat kita baik yaitu hanya mau meningkatkan laporan hasil tangkapan ikan,” ujar Susi.

Susi tidak menepis, bahwa penerbitan izin tangkap kapal perikanan saat ini diperketat sebagai upaya mencegah praktik IUU Fishing. Saat ini, setiap penerbitan izin baru, baik surat izin penangkapan ikan (SIPI) maupun surat izin usaha perikanan (SIUP), harus dengan penerapan uji tuntas (due diligence).

“Menurut Susi, KKP tidak akan menerbitkan izin selama laporan hasil tangkapnya tidak diperbaiki. Semua izin yang diurus oleh KKP adalah kapal yang berukuran 30 gross tonnage (GT)” ke atas.

Komitmen dan konsistensi pemerintah dalam proses perubahan Daftar Negatif Investasi (DNI) perikanan tangkap tetap tertutup untuk kapal asing, modal asing, dan anak buah kapal (ABK) asing. Sehingga, keberlangsungan dan keberlanjutan sumber daya perikanan Indonesia agar tetap bisa dinikmati dengan kekuatan armada domestik.

Hanya saja, upaya mencari celah praktik IUU Fishing masih terjadi. Meski demikian, penindakan Satgas 115 terhadap kapal-kapal terindikasi melakukan IUU Fishing yang ditangkap semakin berkurang. Susi berharap pelanggaran IUU Fishing tidak bertambah, bahkan tidak ada lagi.

Sepanjang 2017 hingga Mei 2018, Satgas 115 telah menangani 134 kasus illegal fishing yang mana 41 kasus telah mendapatkan keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Selain itu, telah menangkap 633 kapal pelaku illegal fishing sejak Januari 2017-Oktober 2018, baik yang berbendera asing maupun Indonesia. Dari angka itu, tercatat 366 kapal ikan Indonesia (KII) dan 267 KIA. “Telah ditenggelamkan 488 kapal pelaku illegal fishing berdasarkan penetapan atau putusan pengadilan.


Editor: Haerul
Penulis: Aswin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here