Mural Kota Jogja, Sebuah Galeri Kebudayaan dan Kebhinekaan

0
28
(Dok: Klanews.id) Mural tokoh pewayangan Jawa di sudut Kota Jogja

Jakarta, Klanews.id – Kota Jogjakarta memang dikenal dengan keunikan budaya dan tradisinya yang masih terjaga turun-temurun hingga sekarang. Di kota ini juga banyak lahir dan berkembang kesenian baru. Salah satunya adalah, mural.

Mural adalah cara menggambar atau melukis di atas media dinding, tembok atau permukaan luas yang bersifat permanen. Mural merupakan bentuk ekspresi seni yang diungkapkan lewat media dinding, dan sering dikategorikan sebagai seni jalanan atau street art, sejenis dengan graffiti. Namun grafiti merupakan street art yang ilegal, mural justru sebaliknya.

Jika di kota-kota lain lebih banyak dijumpai coretan-coretan di dinding atau tembok yang lebih mengarah ke vandalisme. Berbeda dengan kota Jojga, hampir disemua sudut jalan atau tembok, dihiasi mural-mural indah.

Mural-mural yang tergambar di dinding-dinding kota Jogja pada dasarnya menyiratkan sebuah pesan tertentu. Kebanyakan pesannya tentang kebudayaan, kondisi sosial masyarakat, kebhinekaan dan persatuan. Selain memperindah, mural ini juga dapat menjadi media promosi kebudayaan dan keberagaman Indonesia ke wisatawan mancanegara.

Baca Juga: Hama Udang Terbang, Panganan Khas Gunung Kidul

Kehadiran mural disambut baik oleh masyarakat kota Jogja, sebagai sebuah ekspresi seni yang dihadirkan tidak hanya oleh para seniman tapi juga oleh berbagai kalangan, tua-muda, laki-laki, maupun perempuan. Sebagai salah satu budaya kontemporer, mural mampu menggambarkan heterogennya kota Jogja masa kini yang tumbuh dengan keberagaman manusianya, menggambarkan heterogenitas ekspresi masyarakatnya terhadap berbagai hal.

Para seniman mural ini bermaksud untuk mengembalikan kembali ruang publik kepada masyarakat untuk dijadikan salah satu medium untuk merekatkan hubungan-hubungan sosial antar masyarakat.

Menelusuri Kota Jogja membuat seakan-akan berada di dalam sebuah galeri seni yang begitu luas. Mural menjadi pemandangan akrab yang memanjakan mata dan menjadi penanda tempat yang telah dilewati. Bahkan beberapa pemilik ruko di kota ini pun sengaja melukis dinding rukonya dengan mural untuk mempercantik dan menjadi daya tarik pengunjung.

Mural, ini merupakan nilai lebih kota Jogja, karena suasana kotanya kaya akan karya seni. Keadaan ini semakin memperkuat citra kota Jogja sebagai kota seni budaya. (RSP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here