Wayan Londra dan Daya Pikat Avisara

0
42
?

Bali, Klanews.id – Bali selalu menawarkan kejutan. Kita bisa saja sedang melintasi jalan sempit yang dikurung belukar, terkesan gersang, tiba-tiba di ujungnya nampak villa bak istana. Atau, menyigi desa alami lalu di salah satu sudutnya ada world class hotel. Bali adalah bukti padunya manusia, alam, dan berjuta cita rasa seni penuh inspirasi.

Kesan di atas, Klanews.id petik saat menginap di Avisara Villa and Guest House. Ini bermulai dari browsing penginapan oleh seorang sahabat di penghujung Oktober 2018, di perhelatan Our Ocean Conference 2018 di Nusa Dua Bali yang tertambat di Avisara.

Ketika menuju Avisara, ada suasana lengang di sepanjang jalan Kompleks Umbul di sepanjang Jalan Pulosari. Kami bahkan tersesat selama dua kali di jalan tak semestinya.

Kesan pertama, suasana dan letak bangunan sangat mengasikkan. Ada kombinasi kolam renang, percik air, perpaduan warna dinding dan pepohonan yang ada, hal membuat Avisara terlihat seperti guest house rasa hotel Bintang 4 atau bahkan 5.

“Luasnya sekitar 800 meter persegi, di dalam area itu ada 2 villa dan 16 kamar. Kami beroperasi sejak 2016 tepatnya di bulan Desember,” jelas Nyoman Londra, sang pemilik, (31/11).

“Bagus buat keluarga bapak kalau mau bertahun baru di Bali,” ujar Nyoman dengan aksen Bali nan khas. Harga kamar permalam 400 ribu sementara villa dilego dengan harga 2,5 juta permalam dan bisa menampung hingga 15 orang.

Villa Avisara (dok: Klanews)

Keenambelas kamar ada pada lantai 1 dan 2 yang membentuk bangunan bentuk L. Di depannya ada kolam renang sedalam 1 hingga 1,7 meter.  Kombinasi warna dasar kolam yang kebiru-biruan, jernih dan dikelilingi pohon serta kursi-kursi berjemur membuat Avisara terlihat adalah pengecualian.

“Sebagian pohon sudah ada sejak lama namun ada juga yang saya tanam saat mulai mengerjakan guest house ini,” tambahnya.

Avisara berjarak sekira 5 kilometer dari Pantai Nusa Dua, Bali tepatnya di Kompleks Mumbul Kelurahan Benoa, kompleks yang menurut Wayan banyak diisi owner asal warga Jakarta.

“Lokasi terdekat memang Nusa Dunia, lalu menyusul Pantai Pandawa atau Uluwatu,” jelasnya. Avisara menyediakan sarapan. “Bisa juga dibuatkan makanan untuk dinner dan lunch kalau memang mau diaturkan,” ujarnya.

Memanfaatkan pasar online

“Kalau pengunjung, berdasarkan review mereka bisa dilihat dari pencapaian kami yang dapat skor, 9,3 dari Booking.com di 2017. Para tamu sudah terlihat akrab ketika baru datang. Kadang baru turun dari mobil langsung menyapa, Are you Wayan?” katanya bangga.

Untuk memasarkan tempatnya, selain menggunakan booking.com, Agoda.com, juga menggunakan Facebook dan Instagram.

Website juga ada,” imbuhnya semangat.

“Hari ini ada masuk 6 orang. Mereka umumnya dari Eropa, dari Rusia. Mereka lebih sering order via Booking.com dan Agoda.com. Saya masuk ke Traveloka sekitar 6 bulan setelah Booking.com, ada juga Expedia.com,” ungkap Wayan.

“Pada bulan Desember, harga kamar di Avisahara naik hingga 475 atau 450 ribu permalam,” tambahnya. Saat ditanya berapa berapa tamu dari Booking dan Agoda dia sebut masing-masing 50% dan mereka mendapat fee 15% dari nilai transaksi.

Suasana kamar (dok: Klanews)

“Waktu itu harga pembuka 300 ribu. Bagi saya yang penting ada yang masuk dulu. Untuk bisa benar-benar sudah dikenal, saya kita butuh waktu 6 sampai setahun. Saya manfaatkan link yang ada di luar negeri,” jelasnya.

“Dua bulan sebelum operasi, saya sudah pasarkan via Booking.com dan Agoda. Ada 15 tamu yang langsung masuk ketika pertama kali dioperasikan,” ucapnya bangga.

Inspirasi dari pengalaman

Wayan adalah mantan pekerja hotel sejak tahun 1980-an. Dia bekerja di hotel pertama kali di Kota Batam.  Dia acap menjadi konsultan untuk pembukaan hotel baru. Dia punya manajemen sendiri dan di dalamnya ada anaknya yang arsitek.

“Baru-baru ini ada orang Perancis minta saya jadi GM untuk 100 kamar di Bali tapi saya tidak bisa,” ucap pria yang pernah menjadi GM di Four Seasons Singapura ini selama satu tahun. Dia juga pernah bekerja untuk Four Seasons Jimbaran dan Ubud. Pun bekerja di Seminyak mengurus villa sebanyak 30 unit.

Pengalaman Wayan di beberapa hotel dan villa selama bertahun-tahun memberinya inspirasi bahwa cahaya, tata letak, kemudahan, estetika adalah hal-hal yang dicari oleh pengunjung.

“Saya kira kelebihan Avhisara adalah tata telak kamar dan daya jangkau matahari. Letaknya membentang terbuka menghadap ke utara sehingga setiap matahari pagi tiba, cahanya bisa menyinari kamar di mana kita menginap.  Dinding kamar adalah kaca yang berlapis tirai putih lembut,” jelasnya.

“Tamu yang pernah tinggal selama 3 bulan mengaku betah karena kamarnya penuh cahaya, bikin sehat kata dia,” jelas Londra tentang tamu dari Jakarta yang pernah menginap hingga 3 bulan.

“Tempat di sini awalnya sering dipakai meditasi. Ini tanah peninggalan orang tua,” kata Londra.

Di penginapan itu terdapat kolam renang sedalam 1 hingga 1,7 meter dan menggunakan mesin pompa 1 PK. Di dalamnya ada reservoir dan airnya ditarik pakai dua pompa.

Untuk membangun penginapan ini, Wayan Londra mengaku membutuhkan dana hingga 3,5 miliar.

“Saya bangun tanpa beli tanah sebab ini tanah peninggalan orang tua. Dengan dana itu termasuk biaya pengerjaan hingga finishing, pokoknya hingga operasi,” katanya.

Wayan mengaku hingga saat ini, dia bisa saving hingga 10 persen perbulan dan membayar pinjaman di bank. Dia juga terbantu sebab berdasarkan pengalaman dan keahlian anaknya yang arisetek dia bisa hemat anggaran untuk tidak perlu membayar orang lain.

Ke Bali? Ayo jajal Avisara!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here