Ekspedisi Pinisi Bakti Salurkan Bantuan di Pesisir Donggala

0
21
Kegiatan ekspedisi pinisi bakti (dok: istimewa)

Donggala – Klanews.id – Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) dan Yayasan Makassar Skalia (YMS) melalui program Ekspedisi Bakti Nusa kembali melakukan aksi di Sulawesi Tengah untuk pemulihan kehidupan ekonomi masyarakat pesisir.

Ketua Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO), Zulficar Mochtar mengatakan bahwa misi kali ini berfokus untuk membantu memulihkan dan merekonstruksi kehidupan masyarakat pesisir yang terpapar dampak.

“ISKINDO hadir untuk membantu merehabilitasi dan merekonstruksi desa pesisir yang terkena dampak melalui pemberian bantuan sarana kenelayanan dan prasarana pendidikan di Desa Tompe dan Tanjung Pandang, Kecamatan Sirenja, Donggala,” kata Zulficar.

Seperti diketahui Desa Tompe merupakan salah satu desa yang terpapar bencana gempa dan tsunami akhir September 2018 lalu. Data dari yang dikumpulkan tim ISKINDO di lapangan, dari 368 rumah yang ada, 136 rumah terdampak dimana 37 rumah di antaranya dalam kondisi rusak berat.

“Ada 503 kepala keluarga yang ada di Desa Tompe, 100 KK merupakan nelayan yang kehidupannya dan sangat bergantung pada usaha penangkapan ikan,” jelas Zulficar.

Sementara itu, Koordinator Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa, Moh Abdi Suhufan mengatakan bahwa ada 4 jenis bantuan yang diberikan Ekspedisi Pinisi yaitu logistik dan peralatan ibadah, peralatan sekolah, bantuan alat tangkap dan bantuan alat bengkel nelayan.

“Setelah melakukan assessment cepat, pada fase tanggap darurat awal Oktober lalu, misi kami saat ini adalah membantu pemulihan kehidupan ekonomi masyarakat pesisir agar aktvitas melaut bisa normal,” kata Abdi.

Selanjutnya, Abdi mengatakan bahwa bantuan alat tangkap dan alat bengkel nelayan untuk Desa Tompe telah disalurkan hari ini kepada kelompok ‘Berkah Nelayan’.

“Kelompok Nelayan Berkah Desa Tompe memiliki anggota 15 orang, dengan bantuan alat perbengkelan ini mereka bisa memperbaiki perahu dan alat tangkap yang rusak akibat bencana lalu,” kata Abdi.

Nelayan Tompe masih membutuhkan bantuan perahu untuk melaut sebab saat ini hanya tersisa 9 perahu yang masih dalam kondisi baik.

“Ada kebutuhan 30 perahu untuk 10 kelompok nelayan yang akan kami bantu koordinasikan dengan pihak terkait dan donatur agar bantuan perahu dapat tersedia kepada nelayan di  Tompe,” sebut Abdi.

Ketua Kelompok Nelayan Berkah, Agil mengatakan bahwa bantuan alat tangkap dan alat perbengkelan sangat membantu nelayan Tompe.

“Kami sangat bersyukur dengan bantuan ini, sebab setelah sebulan pasca bencana, ini adalah bantuan pertama yang kami terima untuk menunjang aktvitas kami untuk mencari ikan,” kata Agil.

Dia berharap agar pemerintah secepatnya melakukan program rehabilitasi dan rekontruksi kehidupan nelayan di Donggala melalui penyediaan rumah nelayan yang ramah bencana, bantuan perahu dan alat tangkap, penataan atau relokasi Desa Tompe sebab kondisi tanah pesisirnya saat ini mengalami pergeseran.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here