Bentang Alam Indonesia, Surga Olahraga Bahari

0
6
(Dok: Kemenko Maritim) Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman mengungkap hampir semua pengunjung kawasan wisata minat khusus seperti Raja Ampat, adalah peminat olahraga bahari

Jakarta, Klanews.id – Daya tarik wisata (attractions) merupakan faktor penting untuk mengembangkan pariwisata. Umumnya daya tarik wisata kekinian adalah buatan manusia. Padahal, Indonesia telah memiliki banyak destinasi yang memiliki daya tarik alami, antara lain Raja Ampat, Labuan Bajo, Pulau Weh dan masih banyak lagi.

Kawasan yang memiliki pesona alam yang indah ini, diperlukan penataan, termasuk kebijakan yang sesuai untuk mejaga kelestarian alamnya dan pengemasan paket wisatanya.

Jarak dan waktu tempuh menuju destinasi  juga harus mendapat perhatian agar ada akses yang sesuai menuju destinasi wisata (accessible), sementara fasilitas pendukung pariwisata (amenities) seperti hotel, penginapan dan restoran juga harus disiapkan.

Daya tarik wisata di negara maritim seperti Indonesia adalah pariwisata maritim. Pariwisata bahari atau maritim banyak dikaitkan dengan kegiatan olahraga seperti memancing, berlayar, menyelam, kano, kayak, dayung serta snorkeling. Wisatawan menikmati rekreasi baik di atas permukaan maupun di bawah air.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman mengungkap hampir semua pengunjung kawasan wisata minat khusus seperti Raja Ampat, adalah peminat olahraga bahari. Hal ini ditegaskan Asisten Deputi Bidang Olahraga, Seni dan Budaya Maritim Kosmas Harefa dalam Pembahasan Fasilitasi Pengembangan Atraksi Wisata Berbasis Olahraga Bahari (1-2 Desember 2018).

“Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dari pulau Weh sampai Raja Ampat bisa dikatakan surganya olahraga bahari. Pulau Weh di Aceh memiliki diving site yang luar biasa, Nias digemari peselancar seluruh dunia, Labuan Bajo, sampai Raja Ampat yang telah menjadi geopark nasional ini, semuanya alami dan semuanya luar biasa”, ujar Kosmas.

“Nah atraksi wisata yang dapat dikembangkan tentunya adalah atraksi wisata berbasis olahraga bahari, kenapa? Karena selain secara alamiah potensinya sudah ada, kita juga harus mengutamakan kelestarian lingkungannya karena yang dimiliki kawasan ini bukanlah man made marvel but God made marvel yang harus kita jaga bersama”, lanjutnya.

Potensi Olahraga Rekreasi Raja Ampat

Olahraga bahari di kawasan wisata perlu dikembangkan sebagai olahraga rekreasi yang menyenangkan, aman dan berkesan agar wisatawan memperpanjang masa tinggal dan datang berkali-kali.

Baca Juga: Pakar Unhas Jelaskan Tujuan Transplantasi Karang ke Bos IMF

“Setidaknya ada 200 lokasi selam di Raja Ampat dari Waigeo, Batanta, Salawati dan Misool. Jadi memang tidak cukup sekali atau dua kali untuk menikmati Raja Ampat”, Muhammad Hanif Fikri mewakili Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat

Agus Widayanto mewakili Kementerian Kelautan Perikanan, aktivis Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI), dan assessor sertifikasi pemandu wisata maritim menekankan bahwa pemandu wisata lokal harus dibina dan disertifikasi dengan sertifikat yang diakui Internasional.

Di beberapa daerah yang telah mengembangkan sektor pariwisata, terbukti bahwa sektor pariwisata berkontribusi nyata terhadap penciptaan peluang kerja. Mulai dari usaha akomodasi, transportasi, souvenir hingga pemandu wisata.

“Pemandu wisata adalah ujung tombak wisata minat khusus. Tidak hanya di Raja Ampat, tapi diseluruh dunia. Sertifikasi ini untuk menegaskan kemampuan pemandu wisata kita memenuhi standar internasional, mengingat wisatawan yang berkunjung ke Raja Ampat, umumnya wisatawan mancanegara”, papar Agus Widayanto.

Pesona Indonesia khususnya Raja Ampat tidak bisa disamakan dengan tempat lain.  Di Raja Ampat saja bawah lautnya memiliki 553 Jenis Karang. Raja Ampat  adalah rumah dari 70% jenis karang yang ada didunia. 1456 Jenis ikan karang, yang paling kaya didunia, 699 Jenis Molusca, 5  Jenis Penyu, 16 Jenis Mamalia Laut (Cetacean).

”Ini surga dibawah laut. Di atas laut, pesona geopark Raja Ampat dengan bukit-bukit karst, aktivitas susur gua, tracking dan hiking, aktivitas cruising dengan kapal Phinisi benar-benar luar biasa. Yang bukan penyelam pasti akan mencoba snorkeling untuk bisa melihat indahnya bawah laut ini. Disini pemandu wisata lokal harus berperan aktif, atau bahkan pemerintah daerah dapat mewajibkan adanya pendampingan pemandu wisata lokal untuk keamanan dan kenyamanan juga sebagai garis depan penjaga kelestarian lingkungan”, ujar asisten Deputi Bidang Olahraga, Seni dan Budaya Maritim, Kosmas Harefa.

Pantai teluk Maya pulau Kho Phi Phi, Thailand harus ditutup karena mengalami kerusakan lingkungan yang diakibatkan aktivitas mass tourism. “Raja Ampat sebagai kawasan wisata minat khusus harus dijaga dari mass tourism yang merusak”, lanjut Kosmas.

Pentingnya Pariwisata Berkelanjutan

Asdep Kosmas menegaskan terkait pengambil kebijakan mengenai betapa pentingnya keberlanjutan dalam aktivitas perencanaan, pembangunan dan pengelolaan suatu kawasan wisata.

Menurut Kosmas, Kemenko Kemaritiman sangat memperhatikan kebijakan yang mengembangkan pariwisata berkelanjutan. Kemenko Kemaritiman berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Daerah dan pihak-pihak lain yang diperlukan demi pengembangan  pariwisata berkelanjutan.

“Kita menghindari eksploitasi yang berlebihan. Ini semua demi mensejahterakan masyarakat.  Masyarakat juga harus dilibatkan untuk menjaga dan mengawasi”, Pungkas Kosmas.

Terkait olahraga bahari, aktivitas seperti selam, snorkeling hingga memancing perlu diwajibkan ada pendampingan dari pemandu bersertifikat. Pemandu harus memiliki referensi yang sangat baik tentang lingkungan, tentang biota yang ada, memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan juga kelestarian alam. (RSP/Kemenko Maritim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here