Awaluddin, Sekretaris Jenderal Ikatan Sarjana Kelautan INdonesia (ISKINDO)(dok: Klanews.id)

Jakarta, Klanews.id – Terbitnya surat tentang seleksi calon wirausaha baru LPMUKP tahun 2019 oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, sangat disayangkan oleh banyak pihak aktivis kelautan dan pihak akademisi.

Kenapa tidak, surat yang dilayangkan atau ditandatangani oleh Direktur LPMUKP (Syarif Syahrial) dengan nomor 214/LPMUKP/I/2019 sangat tidak adil dan dapat menciderai alumni Kelautan dari luar Pulau Jawa terkhusus Indonesia bagian Timur.

Surat seleksi calon wirausaha baru (New Entrepreneur) Kelautan dan Perikanan, KKP (dok: KKP)

Menurut Awaluddin (Sekjen ISKINDO), di Indonesia bagian timur sana banyak alumni Kelautan yang mempunyai bakat wirausaha, harusnya itu yang menjadi prioritas bukan malah sebaliknya.

“Ini sama saja menampar almamater Universitas Hasanuddin (UNHAS) secara tidak langsung, bukan berarti mengikut hal ini bahwa akan sukses, tapi setidaknya UNHAS ada di Indonesia timur yang merupakan basis kelautan terbesar di timur” kata Awaluddin.

Lanjut Awaluddin, apa tidak ada pejabat dari UNHAS selama ini dan saat ini di KKP, sehingga secara institusi tidak masuk dalam kategori penerimaan seleksi wirausaha tersebut.

“Sebagai alumni kelautan saya sangat prihatin dengan cara-cara diskriminasi penguatan sumberdaya manusia di Kementerian Kelautan dan Perikanan” kata Awaluddin.

Awaluddin mengajak semua aktivis kelautan dan pihak akademisi bersuara untuk kepentingan kelautan bersama karena hal seperti ini harus didobrak untuk membuka ruang kompetisi yang lebih sehat dan adil disektor kelautan.

“UNHAS dan Fakultas Kelautan yang ada di Indonesia Timur harus berbenah agar nama dan karyanya bisa terdengar secara nasional, sehingga ruang kompetisi terbuka dan tidak terlupakan oleh pengambil kebijakan di tingkat nasional”, tutup Awaluddin.


Penulis: Haerul
Editor: Rival

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here