Aruna, Penghubung Nelayan Kecil Indonesia Dengan Pasar Komoditas Laut Yang Lebih Luas

0
74
(dok; istimewa) Semua komoditas laut yang dijual lewat Aruna dipasarkan melalui online, untuk pasar internasional ataupun pasar dalam negeri.

Jakarta, Klanews.id – Prihatin akan kondisi perikanan Indonesia, khususnya nelayan, sekelompok pemuda membuat sebuah aplikasi bernama Aruna. Aplikasi ini membantu nelayan untuk memasarkan hasil tangkapnnya secara lebih luas.

Aruna dibuat setelah melakukan riset selama 2 tahun dengan mengunjungi kampung nelayan, sampai ikut nelayan melaut. Berbagai keresahan yang didapatkan, seperti rendahnya pendapatan nelayan yang menurut data BPS hanya Rp1,1 juta per bulan dalam sepuluh tahun terakhir. Juga rendahnya tingkat konsumsi ikan nasional yang hanya sekitar 40 kilogram per kapita setiap tahunnya, menjadi pendorong lahirnya aplikasi ini.

Baca juga: Peranan Teknologi Informasi Dalam Menopang Industri Kreatif

Menurut Farid, salah satu pencetus Aruna, seharusnya dengan potensi laut yang begitu besar, sektor kelautan dan perikanan Indonesia, harusnya menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Nelayan Indonesia hidup sejahtera, namun yang terjadi malah sebaliknya.

(dok: istimewa) Aruna telah bekerja sama dengan 57 koperesi nelayan dan sudah melibatkan sekitar seribu nelayan di Indonesia

Aruna memiliki tiga layanan utama. Pertama, Integrated Fishery Management, sistem aplikasi terintegrasi untuk pengelolaan bisnis perikanan. Kedua, Fishery Data Intelligent, fitur yang menyediakan data dari sektor perikanan, termasuk persediaan ikan dan jumlah penjualan secara real time. Ketiga, Online Fishery Trading, sistem perdagangan ikan dan hasil laut secara online.

Dengan adanya aplikasi ini, nelayan bisa memantau harga secara lebih transparan. Semua komoditas laut yang dijual lewat aplikasi ini dipasarkan melalui online, untuk pasar internasional ataupun pasar dalam negeri. Sehingga permaninan harga oleh tengkulak dapat dihindari.

Menurut Utari Octavianty, Direktur Umum Aruna, pemasaran komoditi perikanan secara online, membuka peluang pasar yang lebih luas. orang yang ingin membeli ikan secara online dengan mengetik kata ‘fish’ atau ‘beli ikan’, akan langsung terhubung dengan aplikasi Aruna. Sehingga pasarannya tidak hanya dalam negeri, tapi juga dari luar negeri.

Informasi harga, lokasi persediaan, biaya logistik, biaya penyimpanan dan informasi produk lainnya akan dibuka untuk publik demi menciptakan transparansi dalam industri perdagangan ikan di Indonesia.

Aruna telah bekerja sama dengan 57 koperesi nelayan dan sudah melibatkan sekitar seribu nelayan di Indonesia. Dengan adanya aplikasi ini, pendapatan mereka bisa naik hingga tiga kali lipat.

Aplikasi ini menghubungkan nelayan-nelayan kecil di Indonesia dengan pasar komoditas laut yang lebih luas. Hasil tangkapan nelayan bisa diekspor hingga ke Amerika Serikat, Cina dan Vietnam. Salah satu konsumen dari Amerika Serikat adalah distributor untuk supermarket Walmart. Sementara konsumen kepiting bakau di Cina, mayoritas berasal dari pemilik restoran.

Pendapatan dari seluruh transaksi melalui aplikasi ini rata-rata bisa mencapai Rp690 miliar setiap bulannya. Mayoritas berasal dari transaksi ekspor, yakni 95%. (RSP)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here