Lezatnya Ikan Jelawat, Ikon Kota Sampit Kalimantan Tengah

0
86
(dok: Klanews.id) Patung Jelawat, ikon Kota Sampit yang jadi objek wisata baru

Jakarta, Klanews.id – Ikan Jelawat merupakan ikan khas Kalimantan yang juga menjadi ikon Kota Sampit, kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Ikan yang bernama latin Leptobarbus hoevenii ini berasal dari Semenanjung Malaya dan Pulau Kalimantan. Ukurannya bisa mencapai 60 cm dan merupakan panganan favorit dengan harga yang cukup tinggi.

Di Kota Sampit, ikan Jelawat banyak hidup di Sungai Mentaya. Sungai ini mengalir membelah Kabupaten Kotawaringin Timur. Layaknya sungai-sungai besar lainnya di Kalimantan, Sungai Mentaya merupakan jalur transportasi utama bagi masyarakat, baik sebagai transportasi manusia maupun aneka barang seperti kayu, bahan pokok dan barang tambang.

Pelabuhan terbesar di Kota Sampit, yaitu Pelabuhan Sampit, juga berada di tepi Sungai Mentaya. Restoran dan rumah-rumah makan yang menyajikan menu Ikan Jelawat juga banyak ditemui di sekitar sungai ini.

Memang paling nikmat  menyantap ikan Jelawat  sambil menatap hilir mudik perahu dan kapal di Sungai Mentaya. Satu hal yang menjadi kelebihan ikan jelawat ini adalah rasa lemaknya begitu terasa di mulut. Maka tak heran ikan ini selalu menjadi incaran dan menu wajib. Rasanya tak lengkap, apabila berkunjung ke Bumi Habaring Hurung, tak menikmati kelezatan ikan ini.

Hal ini pula yang membuat Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, membangun sebuah patung ikan Jelawat yang merupakan ikon dan objek wisata baru Kota Sampit. Lokasinya bersebelahan dengan Pelabuhan Sampit Sampit ini, setiap hari terutama sore hari selalu ramai dikunjungi warga.

Baca juga: Pasar Ikan Hias Sumenep, Alternatif Wisata Di Jakarta

Patung Jelawat setinggi 37 meter yang diresmikan pada 21 Februari 2015 tersebut, didirikan dengan struktur bangunan menyerupai menara yang memiliki tangga. Tangga difungsikan agar wisatawan dapat masuk ke dalam patung tersebut dan naik ke atas untuk melihat keseluruhan Kota Sampit dari ketinggian.

Objek wisata ini memiliki taman yang menjadi ruang publik untuk tempat bersantai bagi masyarakat. Juga terdapat akuarium raksasa yang diisi dengan beberapa ekor ikan Jelawat untuk mengedukasi para pengunjung dalam rangka memperkenalkan ikan tersebut ke masyarakat luas.

Mereka yang datang ke lokasi ini, bukan hanya warga Sampit atau Kotawaringin Timur saja, tetapi juga banyak warga yang datang dari Kabupaten lain bahkan provinsi lain yang melakukan perjalanan trans kalimantan sengaja singgah di lokasi tersebut. (RSP)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here