Darwis Ismail, Caleg DPR RI Berlatar Belakang Kelautan yang Familiar dengan Nelayan dan Masyarakat Pesisir

0
248
(Dok: Klanews.id) Darwis Ismail bersama relawan di Dapil 3 sulsel

Jakarta, Klanews.id – Wajar jika Darwis Ismail begitu familiar dengan nelayan dan masyarakat pesisir, karena latar belakang pendidikan dan kehidupannya, identik dengan isu-isu kelautan dan perikanan.

Hal ini pula yang membuatnya begitu peduli dengan isu-isu kelautan, khususnya tentang nelayan dan masyarakat pesisir. Hampir disetiap kunjungannya ke Dapil 3 Sulawesi Selatan, Caleg DPR RI dari partai PPP ini, selalu menyempatkan berdialog dengan nelayan dan masyarakat pesisir untuk mendengarkan aspirasi mereka.

Menurut pria yang akrab disapa DAI ini, sektor perikanan dan kelautan di Sulawesi Selatan mampu menjadi tumpuan ekonomi. Sumber daya lautnya begitu melimpah. Perikanan tangkap maupun budidaya selalu menjadi unggulan, namun masih banyak persoalan yang dihadapi nelayan yang merupakan ‘motor’ penggerak utama.

“Sulawesi Selatan harusnya menjadi poros pangan laut Indonesia, dengan potensinya yang begitu besar. Sumber daya lautya melimpah, baik dari perikanan tangkap maupun perikanan budidaya. Namun, masih banyak persoalan yang dihadapi nelayan, seperti keterbatasan dan kurang memadainya alat tangkap”, ujar Darwis.

Baca Juga: Darwis Ismail: Pertanian adalah unggulan Sulawesi Selatan, sudah seharusnya petaninya sejahtera

Darwis Ismail juga menjelaskan bahwa usaha  produksi  perikanan  baik  tangkap  maupun budidaya belum memberikan kontribusi yang berarti dalam perekonomian. Produksi  ikan  cenderung  dikonsumsi dalam kondisi segar dengan perlakuan yang minim sehingga nilai tambah atau nilai jual yang diperoleh belum maksimal. Padahal jika ada industri pengolahan ikan, tentunya akan meningkatkan  nilai tambah perikanan dan menyerap tenaga kerja  yang cukup banyak.

“Produksi perikanan kita, baik dari tangkap maupun budidaya belum mampu memberikan kontibusi berarti untuk perekonomian. Hal ini salah satu penyebabnya adalah, ikan masih cenderung dikonsumsi dalam kondisi segar. Padahal jika diolah, nilai jualnya akan lebih tinggi. Dengan adanya industri pengolahan ikan, juga akan menciptakan lapangan pekerjaan yang mampu menyerap tenaga kerja yang cukup banyak”, lanjut Darwis.

Darwis Ismail saat ini merupakan Ketua Ikatan Sarjana Kelautan Universitas Hasanuddin (ISLA – UNHAS). Selama menjabat, aktif membahas isu-isu kelautan dan ikut memperjuangkan hak-hak nelayan.

Nelayan dan masyarakat pesisir merupakan roda penggerak perekonomian di sektor kelautan dan perikanan. Seharusnya ada sosok yang paham tentang kelautan dan perikanan yang bisa mewakili suara dan memperjuangkan mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here