Masyarakat Pegunungan Berhasil Budidaya Ikan Kerapu di Air Tawar

0
364
(dok: istimewa) ikan kerapu telah berhasil dibudidayakan di air tawar

Jakarta, Klanews.id – Ikan Kerapu yang habitat aslinya adalah air laut atau air payau, kini telah banyak dibudidayakan masyarakat di air tawar. Ikan yang dikenal dengan sebutan “groupers” ini merupakan salah satu komoditas perikanan yang mempunyai peluang baik dipasarkan domestik maupun pasar internasional. Nilai jualnya juga cukup tinggi.

Permintaan pasar yang semakin meningkat dan berkembangnya pasaran ikan kerapu hidup. Hal ini disebabkan karena perubahan selera konsumen dari ikan mati atau beku menjadi ikan dalam keadaan hidup, telah mendorong masyarakat untuk memenuhi permintaan pasar ikan kerapu melalui usaha budidaya.

Peluang usaha ini membuat sekelompok pemuda untuk mencoba membudidayakan ikan kerapu di air tawar. Memanfaatkan teknologi Resilkurasi Aquaculture System (RAS), perusahaan berbasis riset, Indmira asal Sleman Yogyakarta, berhasil membudidayakan ikan kerapu.

Baca juga: Mengenal Sistem Minapadi Dengan Keuntungan Ganda

Teknologi RAS adalah teknologi dengan menerapkan sistem budidaya ikan secara intensif dengan menggunakan infrastruktur yang memungkinkan pemanfaatan air secara terus-menerus (resirkulasi air). Di negara perikanan maju seperti Norwegia, teknologi tersebut sudah biasa digunakan.

Lewat penelitian dan pengembangan yang mereka lakukan selama bertahun-tahun, Indmira membuktikan bahwa budidaya ikan kerapu tidak hanya bisa dilakukan di laut atau kawasan pesisir pantai saja, namun juga di wilayah perkotaan bahkan lereng pengunungan.

Salah seorang tim pengelola, Finandita Satria menjelaskan, sistem yang mereka terapkan secara gampang adalah mengubah air tawar menjadi air laut, lalu mengkondisikannya sebagai tempat pembesaran ikan kerapu. Dengan begitu mereka tidak perlu menggunakan atau mengambil air laut untuk budidaya.

Penelitian ini dimulai sejak tahun 2015 dan terus dikembangkan di lahan kolam seluas 400 meter persegi. Kini Indmira telah mampu menghasilkan dan memasok 400 kilogram ikan kerapu setiap bulannya. Ikan tersebut disetorkan ke sejumlah restoran maupun rumah makan sekitar wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Indmira sendiri melakukan pengembangan di lahan perkotaan dengan tujuan memutus rantai distribusi sekaligus mendekatkan pembudidaya dengan pasar seperti rumah makan, restoran. Ikan kerapu dipilih sebagai komoditas budidaya karena memiliki pasar yang potensial dan ketersediaan bibit yang mencukupi.

Ini bisa menjadi solusi karena tampaknya, ke depan bu­kan lagi era perika­nan laut tangkap, karena akan jeda sete­lah se­kian panjang masa eks­plo­itasi. Era ke depan adalah perika­nan bu­didaya. Ini­lah yang bisa dijadikan salahsatu so­lusi artikulatif, antara keharusan men­cari ikan di laut dengan perlindu­ngan laut dan ketersedian pangan di masa depan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here