Kecamatan Cilincing Sentral Bank Sampah di Jakarta Utara

0
161
(dok: Klanews.id) Salah satu Bank Sampah yang berada di Kantor Kecamatan Cilincing

Jakarta, Klanews.id – Saat ini telah terbangun kurang lebih 24 bank sampah yang tersebar di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Hal ini merupakan upaya untuk mengatasi persoalan sampah yang ada di wilayah ini.

Menurut Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara, sampah yang dihasilkan di Jakarta Utara mencapai 900 – 1000 ton setiap harinya. Bank sampah menjadi solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan ini. Kecamatan Cilincing menjadi sental pengelolaan Bank Sampah di Jakarta Utara.

Bank sampah adalah suatu sistem pengelolaan sampah kering secara kolektif (gotong royong) yang mendorong masyarakat untuk ikut berperan aktif di dalamnya. Bank sampah akan menampung, memilah dan menyalurkan sampah bernilai ekonomi pada pasar (pengepul/lapak) sehingga masyarakat mendapatkan keuntungan ekonomi dari menabung sampah.

Sampah yang disetorkan oleh nasabah idealnya sudah terpilah menjadi kategori yang umum. Semisal kertas, kaca, logam, dan plastik. Pengkategorian sampah harus disesuaikan dengan kemampuan dan kemauan masyarakat yang menjadi nasabah. Jika masyarakat mau bahkan pengkategorian sampah dapat dibuat lebih rinci seperti: botol plastik, gelas plastik, kertas putih, kertas buram dan lain sebaginya. Setiap kategori sampah memiliki harga masing-masing. Dengan cara di atas nantinya masyarakat akan mau memilah sampah dan itu menjadi budaya baru di masyarakat.

Sampah yang ditabung ditimbang dan dihargai dengan sejumlah uang nantinya akan dijual di pabrik yang sudah bekerja sama. Sedangkan plastik kemasan dibeli ibu-ibu PKK setempat untuk didaur ulang menjadi barang-barang kerajinan.

Baca Juga: Memanfaatkan Alam Untuk Menjadi Desa Mandiri Listrik

Dengan demikian sistem bank sampah bisa dijadikan sebagai alat rekayasa sosial. Sehingga terbentuk suatu tatanan masyarakat yang dapat melakukan pengelolaan sampah dengan baik. Bank sampah juga dapat dijadikan solusi untuk mencapai pemukiman yang bersih dan nyaman bagi warganya. Dengan pola ini maka warga selain menjadi disiplin dalam mengelola sampah juga mendapatkan tambahan pemasukan dari sampah-sampah yang mereka kumpulkan.

Hal ini adalah cara untuk menyulap sampah menjadi uang sekaligus menjaga kebersihan lingkungan dari sampah khususnya plastik sekaligus bisa dimanfaatkan kembali (reuse). Biasanya akan di manfaatkan kembali dalam berbagai bentuk seperti tas, dompet, tempat tisu, dan lain-lain.

Kecamatan Cilincing juga terus berupaya membangun kesadaran masyarakatnya terkait sampah. Bank sampah juga dibangun di sekolah-sekolah dengan tujuan untuk mengajak generasi muda sejak dini peduli lingkungan terutama sampah.

Bank sampah sangat diperlukan agar ada pemilahan sampah sejak dini. Pendirian bank sampah tersebut bertujuan untuk mengajak warga dan pihak sekolah untuk memilah sampah, sehingga volume sampah yang dibuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang berkurang, (RSP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here