Jakarta, Klanews.id – Aliansi Masyarakat Sipil Peduli Demokrasi (AMSPD) menduga telah terjadi pelanggaran Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 di Kabupaten Enrekang, yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu.

Dalam keterangannya, Iswaldi sebagai koordinator AMSPD, mengatakan, telah terjadi kecurangan pileg secara massif di Enrekang.

Menurut Iswandi, data-data yang mereka milliki telah terjadi kasus inprosedural kejahatan penyelenggara pileg di Enrekang. Kecurangan pileg yang banyak terjadi adalah penggelembungan suara Calon Anggota Legislatif (Caleg) di semua tingkatan.

“Penambahan suara caleg dan pengurangan suara caleg lainnya di internal partai. Ini jelas ada yang diuntungkan dan dirugikan. ini adalah pelanggaran Pemilu dan sudah melanggar Undang-Undang Pemilu” Lanjut Iswandi.

Lihat juga: Caleg DPR RI Dari Partai Demokrat Dhevy Bijak Terancam Didiskualifikasi

“Hal ini dibuktikan dengan C1 dan DB 1, penggelembungan suara yang massif di Enrekang dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab. Ini merata di semua dapil di Enrekang, ini harus diusut tuntas” tambahnya.

AMSPD telah secara resmi membuat pernyataan sikap yang telah diadukan ke KPU dan Bawaslu Kabupaten Enrekang dengan 3 tuntutan.

Pertama, atas dasar apa KPU Enrekang langsung membuka surat suara dan melakukan penghituangan surat suara ulang sedangkan belum ada putusan dari Bawaslu terkait TPS 1 Latimojong, Kecamatan Buntu Batu.

Kedua, KPU Enrekang harus menjelaskan kenapa masih ada pemilih ganda, yaitu satu orang mendaptkan dua formulir C6 di TPS yang berbeda, sedangkan proses pemutakhiran data sudah dilakukan beberapa kali dan kami anggap bahwa ini kalalaian fatal KPU Enrekang sebagai penyelenggara tekhis Pemilu.

Ketiga, dengan munculnya satu persatu pelanggaran fatal yang dilakukan KPU Enrekang, makanya kami menuntut KPU Enrekang untuk melakukan perhitungan surat suara ulang di dapil 2 Enrekang.

“Ini jelas pelanggaran pidana pemilu yang dilakukan oknum penyelenggara pemilu, pelanggaran ini sangat berat dan harus diproses sesuai hukum undang-undang yang berlaku” bebernya.

Iswaldi berharap kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Enrekang bersikap tegas dalam menyikapi pelanggaran pemilu yang dilakukan penyelenggara pemilu.


Penulis: Nirwan
Editor: Januar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here