Jakarta, Klanews.id – Pengadaan kapal Orca dilakukan pada 2012 saat KKP masih dibawah pimpinan menteri Sharif Cicip Sutarjo. Namun, peresmiannya baru dilakukan oleh Menteri KKP Susi Pudjiastuti pada tahun 2016 lalu.

Empat unit kapal yang diresmikan saat itu, masing-masing diberi nama Orca 1, Orca 2, Orca 3 serta Orca 4 yang akan ditugaskan sebagai kapal pengawas perikanan. Kapal ini dibangun dengan menggunakan desain dan supervisi dari MSS (Merite System Service).

Kapal ini dibuat oleh PT Daya Radar Utama (DRU) dengan panjang kapal 60 m dengan kecepatan maksimum 24 knots dan kapasitas bahan bakar 138.000 liter.

Lihat juga: Mantan Menteri Kelautan Sharif Cicip Jadi Target KPK Terkait Korupsi Pengadaan Kapal

Diatas kapal Orca dilengkapi 27 kamar, termasuk kamar untuk kapten kapal, kepala mesin, dan untuk anak buah kapal. Di setiap kamar ada kamar mandi, 2 kamar mandi umum di setiap dek kapal, fitness center, penyimpanan makanan, ruang cold storage, dan 2 sekoci.

Launching kapal Orca 003 (dok: istimewa)

Keempat kapal tersebut sudah dipesan KKP pada tahun 2012 dengan biaya USD 58,3 juta, dengan kontraknya sendiri efektif mulai tanggal 23 Desember 2013.

Lihat juga: KPK Telah Mengantongi Daftar Nama-Nama Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan Kapal di KKP

Namun  KPK telah mencium aroma-aroma korupsi di balik pengadaan 4 kapal tersebut. Dalam dugaan itu, KPK telah menetapkan tersangka.

Seorang pejabat pembuat komitmen (PPK) Aris Rustandi dan Amir Gunawan sebagai Direktur Utama PT DRU sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Keduanya dijerat Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.


Penulis: Haerul
Editor: Januar & Rival

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here