Sandeq, Perahu Tradisional Tercepat Simbol Ketangguhan Pelaut Mandar

0
50
(dok: istimewa) Suku Mandar memiliki perahu tradisional unik bernama Sandeq

Jakarta, Klanews.id – Sebagai salah satu suku pelaut yang ada di Sulawesi, Suku Mandar memiliki perahu tradisional unik bernama Sandeq yang merupakan perahu tercepat. Bentuknya ramping dan panjang, dengan warna dominan putih.

Penamaan sandeq berasal dari bahasa mandar yang sama “sande’” yang berarti runcing, sebagaimana bentuk perahu tersebut yang memang nampak runcing di bagian haluan dan buritannya. Haluan dan buritan ini masing-masing disebut sebagai paccong, paccong uluang untuk haluan dan paccong palaming untuk buritan.

Menurut penelusuran pengamat budaya Mandar, Dahri Dahlan, perahu sandeq lahir pada tahun 1930-an di Pambusuang, salah satu desa pelaut yang sekarang berada dalam kecamatan Balanipa.

Ukurannya terbilang kecil. Panjangnya sekitar 9 sampai 11 meter dan lebar hanya sekitar 60 sampai 80 centimeter. Terdapat cadik pada kedua sisinya sebagai penyeimbang. Dengan layar yang tingginya sekitar 15 meter, mampu mendorong Sandeq hingga berkecepatan 20 knot dan membuatnya terlihat cantik dan anggun mengarungi lautan.

Dibuat dengan cermat dengan lama pembuatan sekitar 2 bulan. Waktu yang terhitung lama untuk perahu dengan ukuran ramping. Badan perahu dipilih dari bahan baku yang berkualitas, yaitu jenis kayu dari Pohon Kanduruang mamea yang sudah berumur. Badan perahu ini juga tanpa sambungan, satu pohon untuk satu perahu.

Baca Juga: Indonesia Produksi Kapal Tank Pertama di Dunia Bernama Antasena

Sandeq menyimpan cerita dan ketangguhan melebihi penampilannya. Dahulu kala, perahu tradisional ini digunakan untuk berdagang dan mencari ikan. Jalur laut pada saat itu merupakan akses yang vital bagi perekonomian, sehingga Sandeq memegang peranan yang cukup penting.

Perahu khas Mandar ini, telah mengarungi lautan dan samudera sampai ke beberapa negara. Malaysia, Singapura, Filipina, Jepang, Australia, Madagaskar bahkan Amerika tercatat pernah disinggahi.

Menurut peneliti Horst H Liebner, seorang peneliti asal Jerman yang telah lama meneliti sandeq, meski kelihatan rapuh, sandeq adalah perahu tradisional terkuat dan tercepat. Perahu tradisional ini merupakan yang tercepat di Austronesia.

Sandeq merupakan warisan nenek moyang Suku Mandar yang tak ternilai. Dihasilkan dari proses pembacaan terhadap alam yang dilakukan secara arif dan bijaksana. Melalui Sandeq, dapat dilihat potret Suku Mandar yang mencerminkan keseimbangan, kesederhanaan, keindahan, ketepatan dan ketangguhan.

Perkembangan zaman nampaknya kurang berpihak pada kelestarian Sandeq. Masyarakat Mandar sudah banyak yang beralih menggunakan perahu bermotor moderen. Dengan alasan efektivitas maupun kemudahan dalam mengoperasikannya. Akhirnya, sedikit demi sedikit perahu tradisional ini mulai ditinggalkan. (RSP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here