Kolam Susu di Belu Menjadi Inspirasi Lagu Koes Plus

0
50
(dok: istimewa) Kolam Susuk di Belu menjadi insiprasi lagu band legendaris Indonesia, Koes Plus

Jakarta, Klanews.id – Kolam susu yang ada dalam lirik lagu band legendaris Indonesia, Koes Plus ternyata memang ada. Letaknya berada di Belu, Nusa Tenggara Timur. Kolam ini merupakan danau dan banyak dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari dengan menangkap ikan, udang, hingga kepiting.

Danau ini terbentuk secara alami. Tidak diketahui secara pasti kapan Kolam Susuk ditemukan, tetapi keberadaan objek wisata ini sudah ada sejak dahulu kala. Tanahnya berwarna putih alami, jika terkena sinar matahari airnya memantulkan cahaya yang berwarna putih seperti susu. Inilah asal muasal danau ini disebut kolam susu.

Kolam Susuk dapat dicapai dalam waktu 20 menit perjalanan dengan kendaraan roda empat dari Atambua. Letaknya persis di Desa Junelu, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu.

Baca Juga: Pesona Langit Jingga Di Puncak Bukit Pulau Kelor

Disekitar danau ini juga banyak ditumbuhi tanaman bakau yang lebat, menyebabkan banyak nyamuk. Masyarakat sekitar kemudian menamai danau ini dengan “Kolam Susuk”, yang dalam Bahasa Indonesia artinya kolam nyamuk. Hutan bakau disekitar danau merupakan rumah bagi ribuan kelelawar, kera, burung dan berbagai biota laut seperti kepiting, ikan dan udang.

“Bukan lautan, hanya Kolam Susu”

Penggalan lirik ini sangat akrab di telinga masyarakat Indonesia, apalagi bagi pecinta Koes Plus. Ternyata Kolam Susuk di Belu ini yang menjadi inspirasi pembuatan lirik lagu legendaris tersebut.

Pada tahun 1971, Koes Plus melakukan perjalanan dari Kupang menuju Dili, Timor Leste. Almarhum Yon Koeswoyo, salah satu personil utama Koes Plus terkesima keindahan yang alami dan keunikan kolam ini. Kemudian mengabadikan kolam itu dengan menciptakan sebuah lagu yang sangat legendaris “Kolam Susu”.

Koes Plus bahkan membuat sebuah Sekolah Dasar yang dibangun di tepi kolam tersebut. Kolam Susuk bebrapa kali juga digunakan sebagai lokasi shooting berbagai film, seperti berjudul “Tanah Air Beta” yang disutradarai oleh Ari Sihasale pada tahun 2009, dan “Atambua 39°C” yang disutradarai oleh Mira Lesmana pada tahun 2012.

Kolam Susuk mempunyai pemandangan alam yang cantik. Bukan hanya Koes Plus saja yang jatuh cinta pada kolam itu tapi wisatawan pun banyak mengunjungi Kolam Susuk terutama pada hari libur. Bahkan pada saat even internasional yang diadakan oleh pemerintah setempat, yaitu Sail Komodo 2013, Kolam Susuk menjadi salah satu tujuan utama para wisatwan internasional.

 “Kail dan Jala cukup menghidupimu,

tiada badai tiada topan kau temui

ikan dan udang menghampiri dirimu”

Seperti yang tergambar di lagu Koes Plus tersebut, Kolam Susuk kaya akan ikan terutama ikan bandeng. Masyarakat setempat dan pemerintah terus mengembangkan Kolam Susuk sebagai obyek wisata serta memanfaatkan Kolam Susuk sebagai pusat budidaya bandeng dan udang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here