Kapal Pencuri Ikan Berbendera Panama Buruan Interpol Berhasil Ditangkap Satgas 115 di ZEE Indonesia

0
186
(dok: istimewa)

Jakarta, Klanews.id – Berdasarkan keterangan tertulis dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Senin (15/7/2019), Kapal Pengawas Perikanan (KP) ORCA 3 dan 2 berhasil menghentikan dan memeriksa kapal MV NIKA, berbendera Panama, Pada hari Jumat, (12/7/2019) pukul 07:20 WIB.

MV NIKA merupakan buruan Interpol (International Criminal Police Organization) sejak bulan Juni 2019.

Sebelumnya pada tanggal 22 Juni 2019, Satgas 115 mendapatkan informasi dari Interpol bahwa MV NIKA sedang menuju Tiongkok dan akan melewati ZEE Indonesia.

Lihat juga: Demi Meningkatkan Potensi Kelautan Kabupaten Jember Gelar Festival Bakar Ikan Di Pantai Watu Ulo

Pemerintah Panama selaku Negara Bendera (Flag State) MV NIKA telah mengirimkan permohonan resmi kepada Pemerintah Indonesia untuk dilakukan penghentian dan pemeriksaan (board and inspect) pada saat MV NIKA melewati ZEE Indonesia.

Pada tanggal 12 Juli 2019 pukul 07:20 WIB, unsur KP ORCA 3 dan 2 milik KKP berhasil menghentikan dan memeriksa MV NIKA di ZEE Indonesia di sekitar Pulau Weh.

Dari hasil pemeriksaan oleh Satgas 115 dan PSDKP KKP, diketahui kapal tersebut  berkapasitas 750GT dan memiliki 28 ABK, 18 ABK warga negara Rusia dan 10 ABK warga negara Indonesia.

Lihat juga: Kapal Ikan Ilegal Milik Malaysia Kembali Ditangkap Di Wilayah Perairan Selat Malaka

MV NIKA juga sempat mematikan AIS ketika memasuki ZEE Indonesia dan tidak menyimpan alat tangkap di dalam palka, sehingga diduga kuat melakukan pelanggaran UU Perikanan Indonesia.

Berdasarkan informasi dari Interpol, Pemerintah Panama, IMO GISIS, dan UK-MMO Inspection Report, MV NIKA telah dikonfirmasi dimiliki oleh pemilik yang sama dengan pemilik FV STS-50 yang ditangkap di Indonesia pada tahun 2018 lalu, yaitu Marine Fisheries Co. Ltd.

Dari informasi INTERPOL yang diterima oleh Satgas 115, MV NIKA diduga melakukan berbagai pelanggaran. Di antaranya MV NIKA memalsukan certificate of registration di Panama yang menyatakan dirinya adalah General Cargo Vessel.

Laporan dari the Convention on Antarctic Marine Living Resources (CCAMLR) dan Inspection Report UK-Marine Management Organization (UK-MMO), MV NIKA diduga melakukan penangkapan ikan tanpa izin dan transhipment di zona 48.3 B, yaitu di dalam wilayah The South Georgia and the South Sandwich Islands dan The Falklands Island (Islas Malvinas).

Lihat juga: Laksanakan Pelatihan Kelompok Budidaya Bukti Keseriusan Pemerintah Kabupaten Takalar Dalam Genjot

MV NIKA juga menggunakan data AIS milik kapal lain yang bernama JEWEL OF NIPPON untuk mengaburkan identitas asli ketika memasuki wilayah CCAMLR untuk menangkap ikan.

MV NIKA sendiri saat ini telah merapat di Pangkalan PSDKP Batam dengan pengawalan oleh KP ORCA 3, KP ORCA 2, KRI Patimura, KRI Parang, dan KRI Siwar. Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan berdasarkan dugaan kuat pelanggaran hukum di berbagai negara dan UU Perikanan Indonesia.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sebagai Komandan Satgas 115 bersama dengan unsur TNI AL dan POLRI hari ini akan melakukan pemeriksaan kapal MV NIKA di Batam.


Penulis: Haerul
Editor: Ahmad

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here