Petak Sawah Tersisa Di Ibukota Jakarta

0
93
(dok: istimewa) Lahan persawahan di Jakarta Utara hanya terpusat di Kecamatan Cilincing, di mana terbagi di Kelurahan Rorotan dan Kelurahan Marunda

Jakarta, Klanews.id – Jakarta sebagai Ibukota negara dengan penduduk yang begitu padat dan hampir semua lahannya berdiri pemukiman dan gedung pencakar langit, ternyata masih terdapat sawah.

Dari data Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta, diketahui luas sawah di Jakarta, sekitar 571,17 hektare. Tersebar di Jakarta Barat, Jakarta Timur dan Jakarta Utara.

Jakarta Utara memiliki luas sawah terbesar, yaitu 408 hektare (71,4 persen), kemudian Jakarta Barat dengan luas 90,56 hektare (15,9 persen), dan terakhir Jakarta Timur dengan luas 72,61 hektare (12,7 persen).

Baca Juga: Mengenal Sistem Minapadi Dengan Keuntungan Ganda

Lahan persawahan di Jakarta Utara hanya terpusat di Kecamatan Cilincing, di mana terbagi di Kelurahan Rorotan dan Kelurahan Marunda. Petani rata-rata menghasilkan 6,5 ton gabah dalam setiap kali panen. Sementara dalam setahun, dapat melakukan panen sebanyak maksimal dua kali, yang artinya petani bisa menghasilkan 5.300 ton.

Para petani yang menggarap sawah, bukan warga asli Kelurahan Rorotan, melainkan berasal dari daerah-daerah pesisir utara maupun selatan seperti Indramayu, Tegal, Pemalang hingga Cilacap. Bahkan ada yang berasal dari Lampung.

Motivasi mereka melakukan pertanian di Jakarta tidak lain disebabkan kepemilikan lahan di kampung halaman mereka yang terbatas sehingga sulit bagi mereka untuk melakukan pertanian di kampung halaman. Selain itu ada juga dari para petani yang memiliki motivasi hanya untuk mencoba pertanian di kota Jakarta.

Kawasan persawahan ini, bisa dikembangkan untuk menjadi lokasi agrowisata yang menarik untuk masyarakat di Ibukota Jakarta. Tentu hal ini akan menjadi daya tarik tersendiri, bahwa di kota metropolitan masih ada sawah. Apalagi jika wisatawan bisa ikut menanam padi atau panen langsung.

Untuk pengairan, petani mengandalkan irigasi dari Banjir Kanal Timur (BKT) dan Sungai Tambun Rengas. Sungai yang bantarannya, juga dimanfaatkan warga untuk menanam cabai dan sayuran.

Bantaran Banjir Kanal Timur (BKT) ternyata memiliki potensi lahan pertanian sepanjang 25 kilometer atau seluas 50 ha. Lahan ini dimanfaatkan dengan baik oleh warga dan bisa menopang kebutuhan sayuran di Jakarta dan sekitarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here