Jakarta, Klanews.id – Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Manado menyita 76 lobster bertelur.

Kepala BKIPM Manado, M Hatta Arisandi menyebutkan bahwa lobster yang disita ada tiga jenis lobster yakni lobster batu, lobster batik, dan lobster bambu.

Setelah dilakukan pendataan dan pengukuran lobster-lobster tersebut dilepasliarkan di perairan Pulau Gangga, Minahasa Utara.

Lihat juga: Indonesia dan India Dorong Kerja Sama Maritim

“Dalam pelepasliaran tersebut kami juga melakukan edukasi kepada para nelayan dan pengusaha, agar lobster bertelur dan yang berukuran kurang dari 200 grm tidak boleh dijual ataupun ditangkap,” kata Hatta.

“Hatta menambahkan bahwa pelarangan menangkap atau memperjualbelikan lobster diatur dalam Permen KP No 56 Tahun 2016. Aturan ini dibuat untuk menjaga keberlangsungan lobster, agar anak cucu kita di masa depan bisa melihat lobster di laut”.

Lihat juga: Laut Bersih Bikin Baper

“Lobster yang dilepasliarkan bisa ditangkap, asalkan ukurannya sudah di atas 200 grm. Bila masyarakat mendapatkan lobster yang bertelur, sebaiknya dilepaskan,” tegas Hatta.

Dalam pelepasliaran puluhan lobster tersebut juga dihadiri oleh Rina dari Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (KIPM) Kementerian Perikanan dan Kelautan.


Penulis: Haerul
Editor: Jan & Nas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here