Jakarta, Klanews.id – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menargetkan pengadaan 12 kapal riset untuk eksplorasi lautan Indonesia.

“Pengadaan kapal riset Nasional ini merupakan salah satu infrastruktur mendasar setelah LIPI diminta menjadi pemimpin untuk Konsorsium Riset Samudra,” kata Kepala LIPI Laksana Tri Handoko.

“Kita akan mengelola armada kapal riset Nasional kurang lebih 10 hingga 12 kapal nantinya,” lanjut Handoko di Gedung Mina Bahari Kementerian Kelautan dan Perikanan Jakarta, Selasa (10/9).

Lihat juga: Indonesia dan India Dorong Kerja Sama Maritim

Pengadaan ini diharapkan kita mampu dan memiliki kapasitas untuk mengeksplorasi seluruh perairan Indonesia, termasuk di luar zona ekonomi eksklusif.

Sayangnya saat ini, kapal riset yang kita miliki belum mampu memetakan seluruh perairan Nasional. Hal ini menyebabkan peletakan sensor untuk mitigasi bencana tsunami sulit dilakukan karena data perairan yang belum lengkap.

Dalam pengadaan kapal pada fase pertama sebanyak 2 ditargetkan mulai tender 2020. Pengadaan ini memakan biaya sebesar USD 110 juta dengan 2 sumber pendanaan yakni skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), dan pinjaman luar negeri.

Lihat juga: BKIPM Manado Melepasliarkan 3 Jenis Lobster Hasil Sitaan Di Pulau Gangga

“Nantinya Kapal Riset Samudra ini akan dikelola secara profesional oleh swasta, sehingga tidak lagi membebani APBN untuk biaya operasional dan perawatan, tapi di sisi lain juga menjaga mutu dan kualitas kapal sesuai standar global,” ujar Handoko, Selasa (10/9/2019).

Di kesempatan yang sama, KKP juga menggandeng LIPI untuk peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dan memperkuat riset kelautan.


Penulis: Haerul
Editor: Ahmad & Jan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here