Jakarta, Klanews.id – Pembangunan Pulau Terdepan, Terluar dan Tertinggal merupakan nawacita Jokowi untuk mensejahterahkan masyarakat pulau terluar.

Pulau Saumlaki yang masuk dalam administrasi Kabupaten Kepulauan Tanimbar adalah pulau terluar yang berbatasan langsung dengan Australia dan Timor Leste. Pulau ini termasuk bagian dari program nawacita Jokowi yang perlu perhatian khusus dalam pengembangan jaringan telekomunikasi yang berbasis kelautan dan perikanan.

Minggu lalu bertepat pada tanggal 17-20 september, BAKTI bersama pelaku usaha startup, Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) dan pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, melakukan pertemuan dan kerjasama untuk pengembangan usaha perikanan berbasis digital untuk mendukung  era industri 4.0.

Lihat juga: Ratusan Nelayan Menggeruduk Kantor DPRD Asahan

“Kegiatan BAKTI Kominfo memfokuskan pembangunan Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) Kementerian Kelautan dan Perikanan, dengan menyasar kelompok nelayan dan koperasi,”  kata Kepala Dinas  Kominfo Paramitha bersama Chico dalam pengantar pertemuan.

“Kegiatan ini diharapan dapat  meningkatkatkan produksi, pendapatan dan pemasaran hasil perikananan melalui pemanfataan aplikasi startup,” lanjut Paramitha.

Aplikasi ini sendiri dikembangkan oleh  Laut Nusantara, Qasir, Solusi 247, Seafemart,  yang bersinergi  mengembangkan teknologi aplikasi untuk meningkatkan keselamatan melaut.

Lihat juga: Kemenhub : Rute Tol Laut Meningkat 3 Kali Lipat

Aplikasi ini dapat menampilkan informasi terkait cuaca, wilayah tangkapan (fishing ground), pembukuan elektronik, pendataan hasil tangkapan baik jumlah dan jenis ikan, penjualan temasuk memberi informasi  perkembangan penjualan dan pembelian dengan mitra perusahaan perikanan.

Nantinya diharapkan aplikasi ini dapat memberikan nilai tambah bagi produk perikanan kelautan, meningkatkan pendapatan  kesejahteraan masyarakat nelayan dan pendapatan asli daerah khususnya sektor kelautan dan perikanan.

“Saya merasa bersyukur dan mendukung Proyek BAKTI Kominfo untuk menjadikan Pulau Saumlaki sebagi salah satu Piloting Proyek (Solusi Ekosistem Telekomunikasi), bidang Perikanan,” kata Andri Juli Kurniawan dalam pertemuan BAKTI.

Lihat juga: 12 Kapal Riset Akan Disiapkan Indonesia Untuk Eksplorasi Kelautan

Kendala yang dihadapi dalam pengembangan infrastruktur Kepulauan Saumlaki adalah perluasan dan penguatan jaringan telekomunikasi seluler yang ada di Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang sebagian wilayahnya adalah pulau-pulau kecil.

Permasalahan ini membuat nelayan tradisional banyak  yang memasuki  laut teritorial wilayah perairan Australia di selatan kepulauan Tanimbar karena terkendala dengan jaringan yang memberikan informasi lokasi penangkapan.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah daerah bersama Keminfo berencana akan membangun 8 tower BTS di 8 titik untuk memperluas jangkauan telekomunikasi dan meningkatkan kualitas jaringan. Proyek ini direncanakan akan mulai berjalan pada awal tahun 2020.

Proyek pembangunan BTS ini diharapkan dapat mendorong mobilitas dan aktivitas masyarakat yang tinggi terutama dalam sektor perdagangan, jasa dan ekonomi kemaritiman.


Penulis: Nazruddin
Editor: Haerul

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here