Mahasiswa dan Masa Depan NKRI

0
134
(Dok: Klanews.id) Darwis Ismail

Jakarta, Klanews.id – Dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia naik turun, peran mahasiswa dalam mengawal pembangunan bangsa ini sangat berpengaruh. Pada tahun 1965 dan 1966, pemuda dan mahasiswa Indonesia banyak terlibat dalam perjuangan yang ikut mendirikan Orde Baru.

Gerakan ini dikenal dengan istilah Angkatan ’66, yang menjadi awal kebangkitan gerakan mahasiswa secara nasional, sementara sebelumnya gerakan-gerakan mahasiswa masih bersifat kedaerahan.

Tokoh-tokoh mahasiswa saat itu adalah mereka yang kemudian berada pada lingkar kekuasaan Orde Baru, di antaranya Cosmas Batubara, Sofyan Wanandi, Yusuf Wanandi, Akbar Tanjung dari HMI dan lain-lain. Ketokohan mereka pada masa itu sangat tajam dan kritis dalam mengiritik dan mengawal pemerintahan. Angkatan ’66 mengangkat isu Komunis sebagai bahaya laten negara.

Kemudian angkatan selajutnya mulai dari 1974 ada Arif Budiman, Adnan Buyung Nasution dan Asmara Nababan. Kemudian 1977-1978, 1990 dan puncaknya di tahun 1998 yang gerakannya menuntut reformasi dan dihapuskannya “KKN” (korupsi, kolusi dan nepotisme). Pada era ini lahir tokoh seperti Budiman Sudjatmiko, Taufik Basari, Pius Lustrilanang dan lainnya.

Baca Juga : BAKTI Kominfo Memperkuat Sabuk Nusantara Melalui Optimalalisasi Jaringan Seluler Di Pulau Saumlaki

Saat ini mreka telah berdedikasi sebagai politisi di beberapa partai politik. Yang jadi pertanyaan apakah idelisme masih sama seperti pada saat mreka mahasiswa tentu pertanyaan ini waktulah yang menjawab sebagaimana yang kita lihat saat ini. Ada yang masih idealis dan kritis memperjuangkan rakyat dan ada yang terlihat dengan penampilan mewah dan pemikirannya lebih moderat dan realistis.

Saat ini di tahun 2019 adik-adik mahasiswa kita turun lagi ke jalan dengan untuk memprotes rencana pengesahan beberapa undang- undang dan yang telah disahkan seperti UU KPK. Semoga momen sejarah ini tetap menghasilkan tokoh tokoh pemuda berkarakter dan siap menjadi generasi penerus bangsa ini kedepan.

Demikian disampaikan pengusaha muda, Ceo Teknocorp Grup, Darwis Ismail saat diwawancarai di tengah kesibukannya. Sedikit pandangan kritisnya bahwa momen demo mahasiswa saat penting untuk diwadahi oleh legislatif agar tidak terjadi kegaduhan yang bisa merugikan semua pihak dan idealisme adik-adik kita tetap bisa tersalurkan.

Paling penting menurut Darwis Ismail adalah pergerakan mahasiswa ini tetap murni dari idealisme mereka bukan dari kepentingan kelompok tertentu yang bisa memanfaatkan mereka.

Baca Juga : Mangrove Untuk Negeri

“Kami dari kalangan pengusaha mengharapkan selalu kondisi perekonomian kita tetap kondusif walaupun ada gejolak-gejolak politik yang disuarakan mahasiswa, karena jika ekonomi kita stabil tentu akan menguntungkan mahasiswa dan rakyat pada umumnya,” jelasnya.

Khusus untuk mahasiswa, Darwis Ismail juga menitip pesan selalu kritis karena itulah modal utama seorang aktivis mahasiswa dan tidak lupa menyelesaikan tugas akademiknya tepat waktu. “Orang tua menunggu gelar sarjana adik-adik dalam meniti masa depan,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here