Tak Ada Penutupan Pulau Komodo

0
46
Pulau Komodo (Foto : Pixabay)

Jakarta, Klanews.id – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut B. Pandjaitan menegaskan mengenai isu rencana penutupan Pulau Komodo untuk umum tidak benar. Hal ini disampaikan dalam acara Coffee Morning bersama awak media di Kantor Kemenko Bidang Kemaritiman, Jumat (11/10/2019).

Luhut dengan tegas mengatakan, tidak ada rencana untuk menutup pulau yang menjadi habitat mahkluk purba tersebut. Pemerintah hanya berkeinginan untuk menata pulau yang menjadi Cagar Biosfer dan World Nature Heritage tersebut agar lebih baik dan mendatangkan hal positif bagi masyarakat setempat.

“Saya ingin garis bawahi tidak ada rencana penutupan. Kita ingin menata seperti tourist destination yang exclusive lah. Jadi seperti di Afrika ada tempat safari disana. Komodo itu kan sampai 3,1 sampai 3,2 meter panjangnya, sudah kayak dinasourus,” jelasnya.

“Nanti juga dibuatkan research center, kita hanya mau atur jangan sampai semrawut. Nanti kita berdayakan penduduk sana, jadi jangan khawatir mereka tidak dapat pekerjaan. Justru dengan penataan begini maka nanti penduduk setempat jadi lebih sejahtera,” lanjut Luhut.

Komodo, Asia, Pulau, Hewan, Berbahaya, Indonesia, Kadal

Baca Juga : Pembangunan Bandara Pariwisata di Bulukumba Masuk Tahap Pengadaan Lahan

Sebelumnya, Luhut menyampaikan penataan tersebut antara lain diberlakukannya pembatasan jumlah wisatawan di Pulau Komodo. Penataan ini dilakukan bersama pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta pihak terkait. “Dibuat aturan adanya pembatasan jumlah wisatawan dengan diadakanannya tiket kapasitas kunjungan/ wisatawan,” kata Luhut.

Adapun pengaturan tiket tersebut, Luhut memaparkan, dilakukan dengan sistem kartu membership tahunan yang bersifat premium. Untuk membership premium akan diarahkan ke Pulau Komodo langsung. Sedangkan yang tidak memiliki kartu premium akan diarahkan ke lokasi lain yang ada hewan Komodo juga.

“Nanti mereka (non-premium) akan diarahkan ke komodo yang kecil seperti di Pulau Rinca. Jadi mereka hanya bisa di sana, tidak bisa ke mana-mana lagi,” kata Menko Luhut.

Baca Juga : Oktober, 6 Agenda Wisata Bahari yang Bisa Kamu Kunjungi

Mengenai pengelolaan, Deputi Bidang Infrastruktur Ridwan Djamaluddin menyampaikan bahwa nantinya juga akan dibangun Pusat Riset di Pulau Komodo serta penataan kapal cruise ke Pulau Komodo dan Labuan Bajo mengenai rute, logistic, dan penanganan sampah.

“Kita juga harus membangun sarana dan prasarana wisata alam berstandar Internasional dan membangun sarana prasarana pendukung yang memadai di luar kawasan Pulau Komodo ini,” pungkas Ridwan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here