Bisnis Besi Kapal Tua di Utara Jakarta, Pertaruhkan Keselamatan Pekerja

0
60

Jakarta, Klanews.id – Anda mungkin tidak tahu bahwa di salah satu sudut ibu kota Jakarta, ada saudara kita yang berprofesi sebagai pembelah kapal-kapal tua.

Tugas mereka  sebagian besar memotong bagian-bagian dari kapal-kapal tua yang tak lagi beroperasi.

Para pekerja pemotong kapal tua tersebut berkumpul dan tinggal di salah satu kawasan yang bernama Gang Belah Kapal, Cilincing, Jakarta Utara.

Lihat Juga: Terima Hibah Kapal, Pemda Lutra Segera Aktifkan Pelabuhan Rakyat          

Setiap hari mereka melakukan tugasnya membelah-belah pelat besi kapal menggunakan alat yang biasa mereka sebut “blender”.

Terlihat wajah mereka hitam berminyak karena terpapar debu dan oli kapal-kapal tua, meski mereka memakai penutup muka saat bekerja.

Teriknya matahari saat mereka bekerja membakar kulit sehingga terlihat hitam bercampur oli kapal-kapal tua.

Selain itu, resiko tertimpah besi juga selalu menghantui mereka saat melakukan pekerjaan karena pelat-pelat besi seberat belasan hingga puluhan kilo melayang-layang beberapa puluh meter di atas kepala yang diangkat oleh beberapa crane di sana.

Lihat Juga: Kemenhub Hibahkan 37 Unit Kapal Rakyat untuk 34 Pemda                           

“Kalau yang tertimpa sampai tewas, Alhamdulillah belum ada,” kata Jaelani salah satu pekerja pemotong besi kapal.

Upah mereka juga terbilang tidak seberapa, tidak sebanding dengan resiko pekerjaan yang mereka kerjakan. Mereka hanya mendapatkan upah Rp 150 perkilonya.

Untuk mendapatkan upah dari perusahaan, mereka harus memotong setidaknya dua ton  besi kapal tua perhari. Dalam sehari mereka hanya bisa dapat upah kotor Rp. 150.000, belum buat makan dan lainnya.


Penulis: Haerul
Editor: Ahmad & Rahmat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here