Jakarta, Klanews.id – Kebijakan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti yang melarang penggunaan alat tangkap ikan, berjenis cantrang yang menuai banyak kontroversi di kalangan nelayan kini sedang dikaji ulang oleh Edhy Prabowo pengganti Susi.

Edhy Prabowo mengaku sedang mengkaji ulang kebijakan pelarangan atau pembatasan penggunaan alat tangkap cantrang oleh para nelayan.

Saat ini Edhy sedang berusaha memperbaiki hubungan pemerintah dengan masyarakat terutama nelayan.

Lihat Juga: Serah Terima  Jabatan MKP,  Susi Pudjiastuti  Menitikan Air Mata

Pada era Ibu Susi, kebijakan larangan penggunaan alat tangkap cantrang adalah salah satu sebab yang membuat hubungan nelayan dengan pemerintah kurang baik yang sering menuai protes dari nelayan dan pengusaha perikanan.

“Sesuai amanah Bapak Presiden Joko Widodo, saya akan terus berusaha memperbaiki komunikasi dengan nelayan. Saya yakin jika kita mau mengorbankan waktu untuk mendengar, menyelami perasaan, dan mengenal permasalahan dengan baik, maka saya optimis semua akan bisa kita atasi,” kata Edhy dikutip dari akun Twitternya, Rabu (31/10).

“Kita harus mendengar masukan untuk mencari jalan keluar, agar nelayan tetap bisa jalan dan bisa menghasilkan,” tutur Edhy saat melakukan kunjungan kerja di Muara Angke, Senin (28/10/2019).

Lihat Juga: Ketua ISLA UNHAS Beri Ucapan Selamat Kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Baru

“Sudah ada solusi alat cantrang kan penggantinya banyak, tapi belum semua. Ada yang alat tangkapnya nggak cocok, ada yang nggak kebagian, ada yang alat tangkapnya ada tapi pelampungnya nggak ada,” katanya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan sudah mendapatkan informasi dari Edhy Prabowo soal kebijakan penngunaan alat tangkap cantrang.

“Menteri Kelautan dan Perikanan, sudah bicara dan menyampaikan kepada saya. Minggu depan akan kami brief. Kita lebih mudah koordinasi dengan semua,” kata Luhut Binsar Pandjaitan, Selasa (29/10).


Penulis: Haerul
Editor: Jan & Ahmad

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here