Mantan MKP Rokhmin Dahuri Mangkir Dari KPK

0
247
Rokhmin Dahuri mantan Menteri Kelautan dan Perikanan 2001-2004 (dok: istimewa)

Jakarta, Klanews.id – Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Rokhmin Dahuri tidak memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (31/10/2019).

Rokhmin dipanggil KPK untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat mantan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra.

“Saksi tidak hadir. Surat panggilan retur,” kata Jubir KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkat, Kamis (31/10/2019).

Selain Rokhmin, saksi lainnya yang mangkir dari panggilan KPK dalam kasus ini adalah Safri Burhanuddin.

Lihat Juga: Edhy Prabowo Akan Mengkaji Ulang Warisan Susi Terkait Penggunaan Cantrang

Safri yang menjabat Deputi IV Bidang Koordinasi SDM, IPTEK dan Budaya Maritim Kementerian Koordinator bidang Maritim dan Investasi tidak memberikan keterangan apapun atas ketidakhadirannya.

“Belum ada Informasi terkait ketidakhadiran saksi,” kata Febri.

KPK memastikan, tim penyidik akan menjadwalkan ulang pemeriksaan Rokhmin dan Safri. Saksi-saksi yang tidak hadir akan dipanggil kembali sesuai kebutuhan penyidikan.

KPK menetapkan mantan Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra sebagai tersangka kasus dugaan suap tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Penetapan tersangka ini merupakan pengembangan dari perkara suap perizinan di Pemerintah Kabupaten Cirebon yang menjerat Sunjaya dan Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Cirebon, Gatot Rachmanto.

Lihat Juga: Serah Terima Jabatan MKP,  Susi  Pudjiastuti Menitikan Air Mata

KPK menemukan sejumlah bukti dugaan suap dan gratifikasi. Selama menjabat sebagai Bupati Cirebon, Sunjaya diduga menerima suap dan gratifikasi dari berbagai pihak dengan nilai total Rp 51 miliar.

Hasil suap dan gratifikasi yang diterima itu disimpan di rekening atas nama pihak lain. Sunjaya juga membeli tanah di Kecamatan Talun Cirebon sejak tahun 2016 hingga 2018 senilai Rp 9 miliar,  secara tunai dengan kepemilikan diatasnamakan pihak lain.

Selain itu, Sunjaya juga memerintahkan bawahannya untuk membeli tujuh kendaraan yang juga diatasnamakan pihak lain. Perbuatan tersebut diduga dilakukan dengan tujuan menyembunyikan sumber kekayaannya.


Penulis: Haerul
Editor: Nas & Rahmad

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here