Jakarta, Klanews.id – Pemberdayaan masyarakat pesisir merupakan topik yang menarik untuk selalu diperbincangkan dan dikaji secara ekonomi dan ekologi demi keberlangsungan kehidupan masyarakat pesisir yang sejahtera dan berkeadilan.

Seperti diskusi yang mengangkat tema pemberdayaan masyarakat pesisir yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Ilmu dan Teknologi Kelautan Cabang  Makassar Timur (HMI Kom. ITK Cabang Maktim)  di Koridor Kelautan, Universitas Hasanuddin, Selasa (22/10/19).

Diskusi ini menghadirkan Dr. Ir. M. Rijal Idrus, M.Sc sebagai pembicara yang juga merupakan pakar kelautan nasional sekaligus dosen Departemen Ilmu Kelautan Universitas Hasanuddin.

Dalam diskusinya Rijal menyampaikan untuk terus mengolah diri, sebelum melakukan pemberdayaan kepada masyarakat pesisir untuk dapat membagi ilmu yang bermanfaat khususnya bagi masyarakat pesisir.

Lihat Juga: Kesehatan Gigi dan Pendidikan Pesisir

Lanjut Rijal, semangat tersebut harus dapat diatur dengan baik utamanya dalam belajar mengorganisir, bernegosiasi, memanajemen, serta keilmuwan yang dibungkus dengan keislaman yang berlandaskan pada kebinekaan (Pancasila) dalam ber-HMI.

Rijal menyampaikan bahwa pemberlakuan pemberdayaan terdapat tiga fase yang harus kita pahami dan laksanakan.

Fase pertama yaitu, kesejajaran atau kesetaraan ego. Hal ini menjadi penting bahwa seorang pemberdaya tidaklah menjadi seorang “Hero” di tengah masyarakat. Namun menjadi fasilitator yang mampu untuk melebur ditengah masyarakat yang diharapkan inisiator utama merupakan masyarakat yang diberdayakan tanpa merubah kultur.

Lihat Juga: Sampah Kemasan Makanan dan Minuman Mendominasi di Bawah Laut

Dalam kesetaraan tersebut akan menghasilkan fase kedua yaitu interaksi, yang akan mengantarkan pada pembacaan realitas sekitar menuju masalah-masalah yang perlu dianalisis untuk menghadirkan solusi ditengah masyarakat.

Fase ketiga adalah relevansi, menjadi penting untuk hadir dalam menyelesaikan masalah secara tepat agar kerja menjadi efisien. Relevansi keilmuan khususnya kelautan semestinya menuntut untuk dapat memberdayakan masyarakat pesisir baik dalam segi konsep maupun praktis.

Lihat Juga: Edhy Prabowo: Ke Depan Tidak Ada Lagi Penenggelaman Kapal

“Masalah yang terdapat dalam pemberdayaan pesisir yaitu terdapat delay untuk mencapai hasil, hal ini membuat pemberdayaan tidak dapat dijadikan agenda praktis untuk dapat menuai hasil secepatnya,” kata Rijal.

“Namun dalam hasil yang lambat tersebut dapat dicapai peningkatan pada segi ekologi, sosial-ekonomi, dan sosial-Politik,” sambung Rijal.

Selain dalam rana pentingnya suatu pemberdayaan, juga seorang pengorganisir dituntut dalam segi kualitas untuk lebih meningkatkan kemampuan dan adab. *AHN*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here