Mahasiswa FIKP Unhas Kuliah Sambil Berlayar Menggunakan Kapal Pinisi

0
1443
Mahasiswa FIKP Unhas Kuliah Sambil Berlayar Menggunakan Kapal Pinisi

Makassar, Klanews.id – Kuliah serasa liburan. Demikian kata yang pas disematkan pada kegiatan kuliah umum yang dilaksanakan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin (FIKP Unhas), Jumat (14/12/2019).

Kuliah umum dengan tema “SDGs : Life Below Water” dilaksanakan berbeda dengan biasanya. Sebanyak 25 mahasiswa FIKP Unhas menerima materi sambil berlayar menggukanan Kapal Pinisi Pusaka Indonesia yang merupakan kapal kayu tradisional legendaris Sulawesi Selatan.

Hadir sebagai pembicara, Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran, Dr.Sc.agr Yudi Nurul Ihsan, S.Pi.,M.Si. Dalam pemaparannya, menyampaikan sejarah agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai kesepakatan pembangunan global.

“25 September 2015 bertempat di Markas PBB, para pemimpin dunia secara resmi mengesahkan SDGs. Kurang lebih 193 kepala negara hadir, termasuk Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla turut mengesahkan agenda SDGs. Dengan mengusung tema mengubah dunia kita, agenda 2030 untuk pembangunan berkelanjutan,” ujar Yudi Nurul Ihsan membuka kuliah umum.

Baca Juga : Menteri Edhy Dorong Kreasi Penyajian Menu Ikan

Kata dia, SDGs yang berisi 17 Tujuan dan 169 Target merupakan rencana aksi global untuk 15 tahun ke depan, berlaku sejak 2016 hingga 2030, guna mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan.

“Secara garis besar, 17 tujuan SDGs dapat dikelompokkan dalam empat pilar, yakni pembangunan manusia, pembangunan ekonomi,pembangunan lingkungan hidup, dan governance,” jelas Yudi.

Secara khusus, Yudi memberikan penjelasan terkait dengan tujuan 14 SDGs yakni Life Below Water “Ekosistem Lautan”. Melestarikan dan memanfaatkan secara bekerlanjutan sumber daya kelautan dan samudera untuk pembangunan berkelanjutan.

Mahasiswa FIKP Unhas Kuliah Sambil Berlayar Menggunakan Kapal Pinisi

“Sebagai mahasiswa Ilmu Kelautan dan Perikanan berkaitan erat dengan tujuan SDGs 14, untuk itu kita perlu mengambil peran untuk mensukseskan agenda global ini,” pinta Yudi.

“Ini sangat penting bagi Indonesia. Sebagaiman diketahui Indonesia mempunyai kawasan perairan laut yang mencapai 3,1 juta km2 dan panjang garis pantai 95.181 km. Potensi laut dan perikanan merupakan salah satu sumber daya yang terpenting untuk dapat meningkatkan ekonomi penduduk Indonesia,” tambah Yudi.

Baca Juga : Jaka Marin Indonesia Siap Mengawal Pembangunan Kelautan untuk Kesejahteraan Nelayan

Lebih lanjut, Yudi menuturkan target tiap tahun dari life below water, di mana kita harus menjaga dan memanfaatkan sumber saya perairan sebaik mungkin. Tanpa merusaknya sehingga bisa berkelanjutan melalui inovasi.

Mahasiswa FIKP Unhas Kuliah Sambil Berlayar Menggunakan Kapal Pinisi

Untuk itu, ia meminta mahasiswa FIKP Unhas untuk turut mengambil peran. Sebagaimana diketahui, tujuan SDGs tidak dapat tercapai jika seluruh stakeholder tidak mengambil peran. Terutama maahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa.

Sementara, Dekan FIKP Unhas, Dr.Ir. St. Aisjah Farhum, M.Si. menyampaikan, kegiatan kuliah umum ini digelar secara berbeda untuk memberikan pengalaman tersendiri bagi mahasiswanya yang lebih banyak mendapatkan materi dalam kelas.

Baik itu mengenal langsung Pinisi sebagai kapal bersejarah Sulawesi Selatan yang telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan dunia, maupun melihat langsung realita lapangan yang berkaitan dengan tema diskusi.

Dosen yang akrab disapa Ibu Ica ini menyampaikan, kuliah umum yang dilakukan di Kapal Pinisi terlaksana berkat dukungan dari Semat Mahasiswa FIKP Unhas, Kemapi FIKP Unhas, Kemajik Unhas, Yayasan Konservasi Laut (YKL) Indonesia dan Pinisi Pusaka Indonesia (PPI).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here