MKP dan Korea Selatan Bahas Investasi Kelautan dan Pemanfaatan Rig Lepas Pantai

0
26
Ilustrasi (dok: istimewa)

Jakarta, Klanews.id – Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Edhy Prabowo mengajak Korea Selatan untuk berinvestasi dalam industri kelautan dan perikanan.

Selain Korea Selatan, Indonesia juga terbuka bahkan mengajak seluruh negara untuk bekerja sama dalam pengembangan industri kelautan dan perikanan di Indonesia.

Hal itu disampaikan Edhy saat menerima kunjungan Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang Beom di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Kamis (19/12).

Lihat juga: Kaji Regulasi Pemanfaatan Benih Lobster, MKP : Kelestarian Lingkungan dan Mata Pencaharian Harus Seimbang

Edhy menyampaikan, Indonesia saat ini fokus dalam mengembangkan sektor budidaya perikanan. Saat ini Indonesia baru memanfaatkan 10% dari kawasan pantainya untuk sektor tersebut. Untuk itu, ia mengajak Korea Selatan untuk ikut berinvestasi guna meningkatkan sektor budidaya di Indonesia.

“Saya berharap Korea Selatan bisa bergabung untuk berinvestasi dalam sektor kelautan dan perikanan di Indonesia karena sangat menjanjikan,” ujar Edhy.

Kim menyambut baik prihal tersebut dan menuturkan bahwa Korea Selatan terbuka untuk meningkatkan perdagangan produk perikanan dari Indonesia.

Lihat juga: Jaka Marin Indonesia Siap Mengawal Pembangunan Kelautan untuk Kesejahteraan Nelayan

Kim berharap agar Indonesia meningkatkan kerja sama perdagangan dengan mempercepat finalisasi Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA). IK-CEPA masih dalam proses ratifikasi hingga tahun 2020 dan direncanakan akan diimplementasikan pada tahun 2021.

Ke depannya, melalui kerangka IK-CEPA ini, Kim berharap lebih banyak peluang kerja sama yang tumbuh antara kedua negara.

Selain peluang investasi, Edhy juga menyampaikan soal perlindungan Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia di Korea Selatan. Saat ini, 80% ABK WNI yang bekerja di kapal perikanan merupakan tenaga kerja unskilled yang tidak memiliki sertifikat pelaut dan direkrut secara legal oleh agen-agen Korea Selatan.

Lihat juga: Bakamla Komitmen Jamin Keamanan dan Keselamatan Laut

Edhy berharap kepada Pemerintah Korea Selatan memberikan perhatian besar terhadap hak-hak dan kesejahteraan ABK WNI yang bekerja.

Kim menyampaikan, peningkatan kesejahteraan dan keamanan ABK Indonesia menjadi salah satu prioritas yang diutamakan Korea Selatan.

Selain itu, Kim juga meminta Indonesia untuk kembali meningkatkan kerja sama Reef to Rig, yang merupakan kerja sama pengalihfungsian anjungan migas atau rig lepas pantai (offshore) yang sudah tidak beroperasi lagi untuk dijadikan terumbu karang buatan.

Edhy menyambut baik dan menyatakan, Pemerintah Indonesia tengah membahasnya dan akan bekerja sama dalam riset pemanfaatan rig tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here