Abrasi di Galesong Takalar, Ini Janji Nurdin Abdullah

0
15
Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah meninjau keadaan pinggir pantai yang mengalami abrasi di Kecamatan Galesong Utara dan Galesong Kabupaten Takalar

Takalar, Klanews.id – Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah meninjau langsung keadaan pinggir pantai yang mengalami abrasi di Kecamatan Galesong Utara dan Galesong Kabupaten Takalar, Selasa, (7/1/ 2020).

Didampingi Kepala Balai Pompengan, Kepala BNPB, Dinas Sosial dan Bupati Takalar, Ketua DPRD Takalar serta anggota DPRD Sulsel Dapil Gowa Takalar, Gubernur menemui masyarakat dan menegaskan akan segera menindaklanjuti abrasi yang terjadi dengan menggandeng pemerintah pusat dan daerah.

“Jadi masyarakat tidak usah ragu, kita hadir, Dinas Sosial hadir, BNPB hadir, nah sebentar lagi saya tinggal tunggu datanya semua kerusakan rumah yang diambil ombak, kita punya anggaran tanggap darurat,” tutur Prof Nurdin Abdullah di depan masyarakat Galesong Utara dan Galesong.

“Saya akan serahkan ke Pak Bupati nanti beliau yang mendata semua, jadi masyarakat tidak usah risau kehilangan rumah, Insyaallah pemerintah akan hadir,” lanjutnya.

Baca Juga : Panglima TNI Resmikan Pusat Informasi Maritim TNI

Data sementara dari pemerintah setempat, tercatat ada 19 rumah yang terancam hilang karena abrasi air laut dan sekitar 74 kilometer daerah tepi pantai berpotensi abrasi pada tahun ini .

Dari data tersebut, Gubernur Sulsel bersama pihak terkait menyatakan akan segera menyelesaikan permasalahan masyarakat setempat. Diketahui, tahap pengerjaan perbaikan akibat abrasi ini telah berada di tahap tender dan akan segera dikerjakan.

“Berikutnya, ini Balai Pompengan sudah mulai mendesain, sudah ada beberapa yang sudah tender, kalau yang di sini sisa tender kita harapkan dari APBN bisa membantu, supaya mudah-mudahan tahun depan tidak lagi mengalami hal seperti ini terutama masyarakat di sini,” jelas mantan Sekjen Apkasi Indonesia.

Baca Juga : Catatan Edhy Prabowo Sebagai Nahkoda KKP Selama Tahun 2019

Nurdin Abdullah juga saat berkunjung memberikan bantuan bronjong sebagai bantuan tanggap darurat dari abrasi yang terjadi.

Bronjong atau Gabions merupakan kotak yang terbuat dari anyaman kawat baja berlapis seng yang pada penggunaannya diisi batu-batu untuk mencegah erosi yang dipasang pada tebing-tebing dan tepi-tepi sungai.

“Tadi beberapa yang sudah kita eksekusi, juga tokoh-tokoh masyarakat di sini minta bronjong, ada bronjong kita bisa adakan, terus nanti Pemda yang isi,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here